Search This Blog

Wednesday, January 15, 2014

Trip Report, Pasir Putih 22 Des 2013

Akhirnya sempet juga bernafas sedikit dan mengupdate blog ini...

Wah wah... penyakit malas harus dibuang jauh jauh, termasuk penyakit malas mengisi log book !! :D.

Trip kali ini ditemani mbak Noora, mbak Clara dan mas Aldy...
Minggu lalu saya udah tau kalau PP lagi hancur hancuran... maksudnya visibility ancur... 
(gak ada reportnya, karena gak ada foto yang pantas disajikan, konsentrasi ngawal temen, kamera saya berikan ke teman saya untuk dia nyoba nyoba foto...).
Plus juga ada jembatan putus di antara Besuki dan PP (sudah dekat ke PP).

Ketika minggu lalu kesana, jembatan masih bagus, antrian masih 'normal', 100m an lah... ketika balik dari PP, karena hujan dan angin kencang, kelihatannya jembatan sempat terganggu dan antrian balik dari PP panjanggg sekali, akibatnya saya ambil jalan alternatif lewat selatan jalur utama.


Minggu ini, kita antisipasi situasi di jembatan baru ini masih ngaco, so kita jalan sabtu malam, jam 11 an, berharap jalanan tidak terlalu ramai...
Tanpa check jalur utama, setelah besuki kita ambil jalan ke arah Arak-arak dan ambil jalur alternatif ke timur, lewat beberapa desa dan 20+ lokasi pak Ogah... yang minta2 uang sambil menunjukkan jalan.

Kebetulan bawa GPS jadi sebenarnya gak perlu ditunjukin juga sudah bisa kira kira....

Agak terhambat di sekitar jembatan ini dan kita sampai di PP jam 6 an. 

Pagi pagi langsung kita 'nyate' dulu hehehe... perut lapar sekali abis berjuang melewati jalan alternatif yang merambat...
Setelah agak kenyang, langsung kita tembak dive ke Takad Palapa.

Clara yang sudah agak lama gak dive, sempat pusing pusing hihihihihi... semoga lebih rajin lagi diving deh... supaya gak mumet :D.
Noora nampang dengan manis dan indah nya... senyum menawan... 
Emang si Noora ini selama gak buka suara memang menawan.... hahahahaha...














ki : Noora, ka : Clara (lagi pusing...).
Kalau si Noora baca tulisan ini komentarnya kira kira :
"Kon iku ancene nggapleki kok Mas !"....


nah lo...... hahahahaha...


Beberapa photo yang didapat di Takad Palapa :

I love these pictures :D.






















































































Lagi upskirt.... :D....


Istirahat sebentar, cuaca udah ujan rintik2... sambil ngeliat kondisi Clara yang masih kurang sehat... kelihatannya masalah utamanya... karena udah lama gak dive, selain adjusting dengan kadar nitrogen juga buoyancy masi kacau, sering naik turun...
Noora dapet latihan nih, jagain si Clara :).

Aldy latihan memfoto dengan G12 nya :D.


Dive 2 kita ambil Dermaga sedikit ke timur.... dan tetap menemukan beberapa object menarik...













































Posisi kurang bagus, tapi si pipe fish sedang ada telurnya...


















Mooray eel dan satu nudi lagi yang berpose....
































Setelah itu kita balik kanan... tau kalau perjuangan nyetir sampai Surabaya masih panjang... hehehe...

Dan memang kita langsung ambil jalan alternatif di sekitar Polsek Bungatan, jam 3 dari PP nyampe Surabaya udah jam 9-10 an...
Selesai lah trip ini...

tidur dulu... nyambung besok lagi ya cerita Trip nya ! :D






















Mengurus Sendiri Perpanjangan Paspor di Surabaya

On the go...

Daripada harus bayar Calo, saya bertekad ingin mengurus perpanjangan pasport bagi diri saya sendiri.
Kalau dari website, (katanya) biaya resmi Rp. 255 ribu, kalau lewat Calo bisa kena Rp. 500-600 ribu... so... daripada duit segitu saya kasih ke Calo, lebih baik ijin kantor sebentar ngurus ke imigrasi...

So mumpung lagi ngurus perpanjangan Pasport, saya ingin berbagi dengan bloggers dan semua pembaca...
Semoga membantu...
Hari ini (15 Jan) saya 'sedang' ngurus perpanjangan pasport yang akan expire 27 Jan sebentar lagi...
Mengapa ditulis 'sedang' karena ngurusnya memang butuh waktu paling sedikit 3x kedatangan, dan saya baru saja balik dari kedatangan pertama dari kantor imigrasi....

Ok, sebelum mulai, jika ingin lihat2 informasi, bisa check di website resmi Kantor Imigrasi kelas 1 khusus Surabaya. Itu langsung terhubung dengan biaya resmi pembuatan pasport yang hanya Rp. 255 ribu (48 halaman) atau Rp. 105 ribu (24 halaman).
Saya belum tau apa bisa milih yang 24 halaman, tapi kalau memungkinkan sy akan pilih yang 24 halaman saja, toh gak sering2 amat ke LN dan kalau pun dalam 5 tahun habis 2 buku (= Rp 210.rb) masih lebih hemat daripada bayar 255 rb. Kagak tau bisa gak ya milih yang 24 halaman saja.... lets see later on...


So... Persiapan perpanjangan Pasport (sekali lagi ini perpanjangan pasport yah... bukan buat baru...) karena kalau buat baru syarat dan procedurenya lebih ribet.
Kalau pasport lama udah habis masa berlakunya pun, masih dianggap sebagai perpanjangan pasport (kagak seperti SIM, kalau habis masa berlaku belum diperpanjang disuruh bikin baru lagi).


Persiapannya :
1. Fotocopy KTP yang masih berlaku, difotocopy 1x saja, ukuran harus A4 ya ! dan bolak balik.
2. Fotocopy Pasport Lama yang terakhir, kalau gak yang terakhir bakal ditolak. Difotocopy 1x saja, ke ukuran A4, halaman yang difoto copy adalah halaman pertama dan halaman terakhir.
Halaman pertama yang ada foto kita.
3. Fotocopy Kartu Susunan Keluarga (KSK), juga difotocopy 1x saja, ukuran A4.
4. Fotocopy Akte Kelahiran, juga difotocopy 1x saja, ukuran A4, bisa diganti dengan Ijasah Sekolah, Akte Nikah, surat baptis dll yang penting nunjukin nama, tempat & tanggal lahir, nama bapak ibu kita.

Yang jelas persyaratan dasarnya cuman itu saja, kalau anda punya banyak 'pengecualian', silahkan tanya sendiri ya ke kantor imigrasi (customer care) atau coba browsing ke website diatas....



Hari 1 : Rabu, 15 Jan 2014
Tahap 1 : Pendaftaran

Ini bisa dilakukan lewat online internet, jadi 4 data diatas kita scan, lalu di upload ke website imigrasi diatas (Pelayanan --> Pelayanan Online --> Permohonan Paspor Online).
Tapiii... walaupun sudah scan data kita, teteppp aja kita musti bawa fotocopy item2 diatas ketika datang ke kantor imigrasi

Kelemahannya... website imigrasi servernya teletubies (lelet abis), kalau diakses pada jam kerja dijamin kagak bisa anda buka... mungkin baru bisa diakses jam 2 malam... saya males nyoba nya, mending tidur...
Kalau berhasil mendaftar online, maka anda bisa print bukti penyerahan, sekaligus sudah ada appointment kapan anda harus datang ke kantor Imigrasi.

Kalau anda melakukan pendaftaran online, maka keuntungannya adalah anda cuman perlu datang 2x ke kantor Imigrasi (hemat 1x kedatangan).


Ok, saya sendiri karena nyoba berkali kali gagal melakukan pendaftaran online, maka saya datang sendiri ke Imigrasi untuk mengambil formulir, dan mendaftar sambil menyerahkan berkas-berkas yang dibutuhkan.
Kantor Imigrasi di Surabaya, ada 2,
Pertama di Kantor Imigrasi Tanjung Perak (Jl. Darmo Indah No. 21 , telp : 031- 7315570)
agak aneh ya, imigrasi Tanjung Perak tapi kantornya di Darmo Indah... hmmm...... gak cocok sama namanya...
Dan yang kedua, yang saya datangi adalah yang berada di Waru
(Jalan Jenderal S.Parman Nomor 58-A  Waru Sidoarjo - Jawa Timur, Telp. : (031) 853 1785)

Lokasinya : dari bundaran waru, terus saja ke arah Sidoarjo, naik saja jembatan layang, nanti kantor Imigrasinya ada di sebelah kanan, tepat di ujung turunan jembatan layang.
So untuk ke Imigrasi waru, anda harus putar balik setelah Giant.


Strategi yang perlu diperhatikan : TEMPAT PARKIR.
Ini yang reseh sekali... kantor imigrasi hanya menyediakan sedikit sekali tempat parkir mobil dan motor.
Kalau bisa naik motor, lebih baik naik motor, biar bisa parkir gak mahal.
Kalau pakai motor, parkir saja di depan kantor imigrasi, ada parkir liar di trotoar. ada juga rumah yang digunakan sebagai tempat parkir (indoor). Biaya saya gak tau... karena gak pakai motor :p.
Kalau pakai mobil, parkir bisa parkir di halaman parkiran, tapi ribetnya minta ampun deh, jangan harap bisa parkir di dalam kalau anda datang setelah jam 7 pagi.

Kantor buka jam 8, jam 5 pagi orang orang sudah pada datang dan antri... gak tau apa yang diantri, beras kali...
Jadi anda bisa parkir sepanjang jalan antara RS Mitra Keluarga Waru sampai di depan kantor Imigrasi.

Alternatif tempat parkir lain ada tempat parkir milik warga, dari selatan (Sidoarjo) setelah melewati kantor imigrasi ada gang belok ke kiri (ada tanda : parkir kantor imigrasi, begitu...)... mentok belok kiri...

Dari beberapa blog yang ditulis teman teman lain, saya dapat kabar kalau ongkos parkirnya antara 5 sampai 10 ribu rupiah !

Karena saya tidak rela bayar parkir dengan sistem pemaksaan seperti ini, maka saya pakai cara lain, yaitu parkir di tempat lain yang ongkosnya gak pake nawar (bikin sakit hati)...
ada beberapa alternatif,
* anda bisa parkir gratis di Giant supermarket, jalan kurang lebih 900meter ke kantor Imigrasi.
* anda bisa parkir gratis juga di McD, jalan kurang lebih 800meter... ada petugas parkir jadi jadian, dia gak maksa, cuman bermodal sempritan saja... sejak kapan gitu McD pakai petugas parkir ? ya khan... kagak pernah ada khan ?
* anda bisa parkir di RS Mitra Keluarga Waru, kelihatannya ada biaya per jam nya tuh, jalan kurang lebih 600m.
* anda bisa parkir gratis juga di Indomart, yang jaraknya 400m an dari kantor imigrasi, tapi parkiran cuman buat 4 mobil dan seringkali penuh tuh. Saya liat gak ada tukang parkirnya... gak lagi kalau sembunyi ya...

Saya tadi siang memilih parkir di McD, karena kuatir kalau ke Indomart parkir penuh dan kalau ke Giant kejauhan.
Jalan kaki dikit lah, paling juga gak sampai 7menit sudah sampai imigrasi, sambil celingak celinguk cari tempat fotocopy.



Strategi lain yang perlu diperhatikan adalah : TEMPAT FOTOCOPY.

Di dalam kantor Imigrasi ada tempat fotocopy, tapi saya kok enggan banget ya fotocopy disana, secara sudah hampir pasti ngantrinya panjang dan orang orang disana nyerobotnya udah kayak antrian sembako aja...
Jadi saya menemukan satu fotocopy, ketika jalan dari Selatan (Giant / McD ke Imigrasi) yang juga berfungsi sebagai tempat parkir motor, sekitar 100m sebelum Imigrasi.
Dia menyediakan satu scanner dan printernya. biaya 300rupiah per lembar.
Dan memang saya bawa 4 dokumen asli, belum di fotocopy semuanya...

Enak aja sih dibantu sama si juragan parkir merangkap tukang fotocopy... pokoknya dia yang ngatur supaya hasil fotocopy nya sesuai dengan 'selera' kantor Imigrasi. 4 lembar persyaratan diatas selesai dalam waktu 10menit saja, saya kasih 2.000 rupiah biar kembaliannya diambil saja :).




Strategi lain yang perlu diperhatikan adalah : TEMPAT cari MAKAN DAN MINUM.
kalau cari minum, banyak warung, ada Indomart juga bisa beli makanan dan minuman dalam kaleng.
Kalau mau cari makan siang, ada Nasi Padang di selatan imigrasi, ada warung2 kecil juga, di antara Imigrasi dan Nasi Padang. Kalau mau ke utara sedikit dari Imigrasi, lewat sungai, ada satu warung rumahan yang jual rawon, enak gak mahal... saya makan rawon, teh hangat dan kerupuk 4 biji dihargai 13ribu.
Yang jual sudah tua, ibu2 kelihatannya warung itu juga merangkap rumah tinggal mereka...
So... kalau anda niat berbagi dengan orang2 yang memang membutuhkan seperti ini... silahkan dicari warungnya...



Sudah selesai ya analisa geografi sekitar lokasi kantor Imigrasi ? hahahahaha....
ok ok... sekarang proses pengajuan pendaftarannya...

Karena saya datang jam 12 siang, kantor masih tutup untuk istirahat siang, jam 13 baru buka kembali.

Untuk pendaftaran kita langsung ke locket 'Customer Care' semacam loket informasi yang menyediakan berbagai jenis formulir untuk diisi sambil menjawab pertanyaan pertanyaan dari orang2.

Antri lah di locket Customer Care tersebut, biasanya sih nggak panjang antriannya ada 2 orang petugas dan pelayanan cukup cepat. (ralat antrian panjang hanya terjadi saat pagi hari, jam 8an, dan setelah makan siang jam 1an, setelah itu antrian cenderung kosong, dan locket ini sekaligus menjadi locket 'informasi').
Anda diberi 2 lembar kertas A4, satunya lembar isian data pribadi anda, biasa lah, nama alamat, tanggal lahir, tempat lahir, nomor KTP, nama bapak, ibu, dan ini yang perlu dicatat nih : tempat dan tanggal lahir Bapak dan Ibu anda ! hahahaha... hayooo inget gak tempat dan tahun lahirnya ??? hiehiehiehiehiehiehiehiehiehiehiehie...... Kalau tanggal dan bulan mah gampang... kalau tahun dan tempat lahir ? hayoo....
Satu lembar lagi adalah lembar 'permohonan', tinggal isi nama, tanda tangan.

Setelah isian selesai, (jadi jangan lupa bawa bolpoint), kembalikan data ke locket Customer Care, sertakan fotocopy persyaratan yang diminta (4 lembar foco), dan anda akan menerima satu map warna hijau tertulis Gratis, tidak dipungut biaya...
Masih inget jaman dulu, map aja ada 'harganya' hahahaha....

Ambil map hijau, tulis nama alamat, telepon dll di bagian luar map.
Kemudian anda ambil nomor registrasi.
Asik nih udah kesentuh teknologi...

Di sebelah Customer Care, anda satu mesin layar sentuh yang menunjukkan flow pengurusan perpanjangan Pasport, langsung pilih menu 'Registrasi', anda diminta memasukkan nomor HP.
Kalau sudah memasukkan nomor HP, anda tekan 'Enter' dan akan keluar 2 kertas kecil.

Satu kertas ditempelkan (stapless) ke map hijau... stapless nya dimana ya ??? hihihihihihihihi... sudah diantisipasi... sebelah mesin layar sentuh ada stapless ngegantung tuh... tinggal stapless saja kertas kecil ke bagian depan map !


Satu kertas kecil lagi adalah bukti penyerahan berkas anda, dalam waktu 1x24 jam anda akan terima SMS ke nomor HP yang anda masukkan tadi yang akan memberi tahu apakah data anda sudah lengkap dan kapan anda bisa datang untuk proses wawancara / foto atau data anda ditolak.


Kalau mau anda bisa datang ke petugas Customer Care, pastikan dulu semua data yang dibutuhkan sudah ada dan sesuai dengan yang dipersyaratkan. Setelah itu masukkan map hijau anda ke Drop Box yang ada dibawah mesin layar sentuh itu.

Selesai hari pertama... pulanglah dulu, tunggu panggilan :D.

Proses ini seluruhnya makan waktu gak sampai 1 jam. Very easy and convenient for day one...




Hari ke : 2, Kamis 16 Jan 2014
Tahap 2 : Pembayaran 

Seharusnya... kalau secara teory... hari ke 2 adalah untuk interview dan pembayaran.
Tapi kenyatannya hanya bisa untuk pembayaran.

Pagi pagi jam 7 an dapet sms dari imigrasi... kalau sudah bisa datang, maksimal jam 11 di loket 5.
Bawa surat2 asli yang diperlukan dan uang 255 ribu, begitu bunyi sms nya.

Kelihatannya option untuk 20 lembar saja yang diatas, supaya bayar cukup 105 ribu tidak pernah ditanyakan... langsung diputusin 255rb... lain kali dari awal harus dicoba untuk appy 105 rb kali ya...
walahualam...
Eits, baru dapat info, kalau yang 105 itu biasanya dipakai oleh TKI.... :D.
Dan menurut petugas ada beberapa negara yang 'menolak' pasport 24 halaman ini.... :D... berani terima resiko ? :D.

Eniwei, hari ini, 16 Jan 2014, saya coba parkir di Giant, jam 10:30an, ya memang seperti tulisan nya, parkir di Giant memang gratis... santai saja saya jalan ke Kantor Imigrasi, kira kira 7-8 menit lah... jam 10:40 an sudah nyampe di Imigrasi, langsung sy ke loket nomor 5. Udah banyak antrian disana gak tau ngapain tuh, kok gak pada duduk... aneh aneh aja ya....


Saya tanya petugas, dia bilang 'maaf ada kesalahan system', gak tau yang salah dimana saya kok ya jadi lupa nanya... males ribut kali ya... yang jelas beliau meminta kertas kecil bukti penyerahan yang kemarin saya dapat, tulis nama dibaliknya, dia mencari file dibelakangnya dan menyobek kertas dari dalam nya.
Disitu tertulis bahwa berkas saya sudah dicheck dan ok, saya diminta membayar 255rb ke bank BNI.

Petugasnya berpesan, kalau sudah bayar, bukti pembayaran dilampirkan, kemudian besok (jumat) saya disuruh datang sebelum jam 8.
Note : petugas gak bilang sebelum jam 8 itu jam berapa, bisa jam 4, jam 5, jam 6 dst...
Tapi pesannya jelas : kalau diatas jam 8 gak akan dapat nomor antrian lagi.
Berkas disuruh ditumpuk ke satu keranjang yang sudah disediakan.
Ok lah saya mengerti maksudnya....

Saya tanya, apa gak bisa bayar disini ? petugas bilang, gak bisa, disini gak terima uang cash, harus lewat BNI.  Ya sudah lah, artinya memang teori doang yang bilang pengurusan Pasport 3 kali datang... udah pasti ketambahan 1 hari, cuman buat terima receipt pengantar, bayar ke bank...
Kenapa ya kalau memang harus bayar lewat BNI gak disediakan saja counter BNI disitu.
Dan kenapa ya kalau antrian wawancara itu banyak dan terbatas tidak disediakan lebih banyak meja... supaya gak harus dulu duluan datang bisa bisa subuh harus datang... hadahh... memang gak segera insyaf birokrasi Indonesia ini.....
Dikiranya semua orang ngebet banget butuh Pasport... kalau gak diharuskan mah gak bakalan kita bolak balik imigrasi seperti ini....


Sampai di Bank BNI, saya ambil yang terdekat saja, Graha Pangeran. Ternyata bayarnya bukan 255rb tapi 260rb, ada 5rb service charge... yeah... kesalahan lagi... kalau udah pasti bayarnya harus, gak ada pilihan lagi khan, harus bayar lewat BNI dan harus kena service charge, kenapa di website gak ditulis 260 saja....
dasar *($^#_)(((>.......


So... besok saya rencana berangkat dari rumah jam 5 pagi, lets see what happen...



Hari ke : 3, Jumat, 17 Jan 2014,
Tahap 3 : Foto dan Wawancara.

Sesuai arahan petugas di locket 5, saya datang pagi pagi sekali, semula rencana jam 5 tapi ternyata gak bisa bangun hahahaha... jadi jam 6 berangkat, jam 7 kurang sudah ada di tempat parkir, kali ini di McD saja karena Giant nya belum buka, entar ketahuan kalau nebeng parkir hahahaha....

sebelum jam 7 pagi saya sudah nyampe di Imigrasi,
pertama, harus diketahui kalau parkiran imigrasi SUDAH PENUH, dan jam segitu kita sudah harus parkir di sepanjang jalan dari selatan ke kantor imigrasi...
kedua, antrian untuk foto dan wawancara juga sudah mengular :D....

Tapi saya rasa jam 7 itu jam yang pas untuk datang, karena pas jam 7 pagi, pintu dibuka, antrian boleh masuk. Jadi nunggunya gak perlu lama lama.
Sesuai info kemarin, saya tinggal meletakkan kertas kecil lembar 2 beserta bukti pembayaran bank di locket 5. kertas2 lain sudah menumpuk disana...

Karena masih pagi, langsung saya tinggal keluar, saya makan bubur dulu hehehe...
Satu bubur enak di sebelah Indomaret (lupa namanya :p).
Jam 7:40 an saya sudah berada kembali di kantor Imigrasi.
Kantor Imigrasi buka jam 7:30, jadi ketika saya kembali, petugas locket 5 sudah mulai memanggil nama nama sesuai dengan antrian kertas.
Sekitar jam 8:15 an nama saya dipanggil dan diberi secarik kertas print out nomor urut.
Saya dapat nomor urut 82. Jadi kalau kita datang jam 7 pagi, masi bisa dapat nomor sekitar segitu an.
Dan quotanya saya lihat sekitar 200x2, kalau sepintas ada 400an quota foto dan wawancara per hari.

Nah Nomor urut ini yang akan kita pakai untuk foto, wawancara sampai pengambilan pasport.
(Bisa juga kita memeriksa sampai tahap mana pembuatan pasport kita di mesin scanner dengan cukup men-scan print out nomor urut ini.)

Duduk lagi, tunggu dipanggil di locket 4 (verifikasi pembayaran)... tik tok tik tok...
Mungkin petugas memeriksa apakah dana udah masuk apa belum gitu kali ya...
Nomor urut satu persatu dipanggil di locket 4, saya lihat ada type A, B, C, D dst....
Nomor urut saya di type B. Quota B dan C saya lihat maks di 200 orang. jadi asumsi saya 400 orang saja maksimal quota per harinya.

Setelah dipanggil di locket 4, verifikasi pembayaran, kita kembali lagi menunggu dipanggil ke ruang biometrik (sidik jari + foto). Siap siap bersolek lah hehehehe...
Sekitar jam 8:15 an locket biometrik mulai beraktifitas (memang jam 7:30 sudah ada orangnya, tapi antrian dari locket 5 baru dipanggil di locket 4 jam 8 an... jadi belum bisa langsung ke biometrik...).


Giliran saya dipanggil ke locket 4 sekitar jam 9an. dan ketika nomor saya dipanggil (B82), antrian di Biometrik sekitar B40an, jadi antrian di locket biometrik kira kira separuh nomor antrian di locket 4. Terus demikian... ketika B100 dipanggil, antrian locket biometrik sekitar B50an, demikian seterusnya.

Saya masih nunggu 30menitan untuk melihat 'kecepatan pemanggilan' dari locket biometrik.
Setelah saya hitung hitung, karena hari itu hari Jumat, jam 11:15 petugas akan mulai istirahat.
Kalau menurut hitungan saya, jam 11 an, baru nomor 70 an yang dipanggil, jadi saya baru akan dipanggil, perkiraan saya setelah makan siang....

So saya masuk saja ke ruang biometrik, saya ngobrol dengan petugasnya untuk memperkirakan kapan saya akan dipanggil.
Jawaban petugas : "hari ini komputer lagi lelet, biasanya jam 10 sudah nomor 70an, sehingga kalau nomor 80 biasanya dipanggil sebelum makan siang... tapi gak tau ya kenapa hari ini komputernya lelet....".

Ok, saya tanyakan juga, kalau misalnya nomor saya dipanggil dan saya gak ada, apa sangsinya ?
Jawab petugas : "gak papa kok, paling mundur sedikit saja, yang penting nomor antrian tsb harus foto hari ini" begitu jawabnya.
Dengan mempercayai itungan saya sendiri plus melihat resikonya gak besar, saya putusin ke kantor dulu ngurus kerjaan dan akan kembali setelah makan siang (jam 1 kantor Imigrasi sudah buka kembali).

So there... jalan lagi ke Giant... hehehe itung2 olah raga... dan kemudian saya kembali jam 13:30.
Antrian sudah di nomor 87, sip deh, perkiraan saya pas... dan memang tidak masalah dengan nomor urut yang sudah 'lewat'.
Saya datangin petugas, saya serahkan nomor saya, 82, dan kemudian langsung diberikan berkas berkas saya (map hijau) yang dulu saya pernah berikan.
Duduk manis di ruang biometrik... untuk apa lagi ? tentu saja... tunggu antrian.... ehehehehe....

15 menit an saya sudah dapat giliran foto, rekam sidik jari.
Kemudian duduk dan... tunggu lagi....... untuk wawancara... 15menitan lagi, kemudian dipanggil wawancara.
Ada 5 petugas yang melayani foto dan sidik jari, plus 7 petugas yang melayani wawancara.
Saya rasa sudah bagus sinkronisasi dan kecepatannya.

Dalam hati sy cuman berguman, mengapa harus dibatasi hingga 400 orang per hari ?
Yang membuat kita musti antri dari jam 7 pagi bahkan kurang....
Kenapa gak datang, langsung verifikasi, foto, wawancara dengan cepat ?

Saya lihat para petugas imigrasi sudah cukup berumur dan pasti punya 'pangkat'.
Kenapa tidak diganti dengan petugas harian lepas saja ya ? saya kira akan lebih 'murah' dan bisa dibuat flexible seperti antrian kasir di Hypermarket (Giant, Carefour, Hypermart, dll).
Tentu biaya pengurusan pasport kira kira identik dengan membayar gaji sekian banyak petugas di kantor Imigrasi..... jadi kalau banyak petugas harian lepas, tentu biaya gak membengkak, bisa dibuat beli komputer yang lebih cepat, system online dan pelayanan yang lebih canggih...


So kira kira jam 2:30an wawancara selesai, ternyata dokumen asli (KTP, KK, dll) tidak perlu ditunjukkan.
Petugas cuman bertanya, mau kemana ? untuk keperluan apa...
Jawab saja : Singapura, berlibur... selesai dah... toh ticket gak perlu ditunjukin...


Kemudian saya diberi info untuk datang mengambil pasport hari Rabu, 22 Jan. Tinggal membawa nomor urut yang kita dapat dari locket 5 tadi pagi...
Ketika jalan ke parkiran, saya sempetin mampir makan Nasi Padang... lumayan enak... makan dengan perkedel dan telur dadar, kerupuk 4 pcs, minum air putih, habis 18ribu rupiah.



Hari ke : 4, Rabu, 22 Jan 2014,
Tahap 4 : Pengambilan Pasport.


Tahap paling mudah dan gak pakai antri dan gak pakai lama.....
Seperti biasa saya parkir di Giant, jalan kaki beberapa ratus meter :), kali ini saya sampai di Kantor Imigrasi jam 15:30. Kantor sudah mau tutup, parkiran sudah sepi, jadi seharusnya kalau jam segini anda bisa langsung parkir di dalam kantor imigrasi, gak perlu parkir di jalan raya...

Langsung ke locket paling depan, locket pengambilan pasport, saya serahkan ticket kecil yang saya dapatkan dari hari 1 dan juga ticket dari mengantri foto...
Cuman beberapa detik saja, petugas mengambil berkas dari kabinet di belakangnya dan voila... pasport yang saya perjuangkan selama seminggu lamanya sudah ada di tangan.
Pasport lama juga diberikan tapi sudah dipotong ujung atasnya...
Tanda tangan tanda terima, kasih nama lengkap... selesai dan demikian lah akhir cerita perjuangan memperbarui pasport di Surabaya :D.



ps : 27 Jan 2014, di Jawa Pos ada berita bahwa Perpanjangan Pasport (entah pembuatan atau perpanjangan ya ??) di Surabaya akan dilakukan dengan system one stop.
Patut diacungin jempot, karena berusaha memperpendek waktu pengurusan menjadi 2x kedatangan (2 hari) saja.
Cuman ya kok namanya One Stop ya ? Tetap harus bolak balik begitu hehehe...
But kemajuan yang semoga segera bisa dilaksanakan secara massal, memang agak aneh kalau pengurusan pasport gak bisa cepat... semua sudah system electronic, pembayaran via bank bisa mobile banking dst... tentu ngurus pasport bisa cepet...
Masih dalam tahap uji coba kata berita di Jawa Pos, ya semoga segera jadi standard yang umum....

piss out......


---------------------------------------


Thursday, December 5, 2013

Trip report, Tulamben - Amed, 30 Nov - 1 Des 2013

Semula trip ini direncanakan untuk trip fotografi :D.
Namun ada tambahan beberapa peserta sehingga jadinya kita bagi 2 team, satu team untuk UW photo dan satu team lagi fun dive....

Ada pak Santoso dan Bu Mamiek di team fotografi, bro Dohar, pak Hanafi dan Natalia di team fun dive.
Berangkat dari Surabaya jam 5 sore seperti biasa dengan mobil :). Nyetir sampai Tulamben jam 6:30 an BBWI itu sudah dengan kecepatan cukup cepat dan hanya berhenti sekali saja di Probolinggo untuk makan malam...
Lumayan lah... biasanya bisa 14 jam kalau nyetir santai, penyeberangan penuh dll sampai di Tulamben...

Team fun dive ambil dive 2 kali di sekitar Wreck, dan team UW photo ambil 2 kali dive di Seraya Secret.
Memang hanya dalam jarak beberapa meter saja kita bisa menemukan banyak object menarik....
Silahkan disimak...




























































































































Frog fish ini kelihatannya cukup besar bukan ? :D.
Tapi coba bandingkan ukuranya ketika saya letakkan jari telunjuk saya di depan muka nya... :D....



























Hehehehe.... seru bukan ? :D.

Berikutnya bertemu nudi yang mempesona ini....





















































































Saya selalu suka dengan nudibranch yang modelnya seperti landak... :D....
Kemudian ketemu seekor orang utan crab yang bersedia difoto jarak dekat...  modelnya jadi seperti ini nih....


















































End of Dive 1, kita SI sejenak 1 jam sambil makan indomie hehehehe... satu satunya site dimana kita bisa ngemil sambil SI.

Dive 2 kita juga ambil lokasi yang sama di Seraya Secret, ambil arah yang sedikit berbeda.





































Si Pikachu....





















































Ghost pipe berusaha menyembunyikan diri di balik crinoid.... a good camouflage....



































Berhasil ketemu Candy crab......

















































































































Ada satu hal yang sangat memorable di trip kali ini...
Pertama kalinya saya merasakan Oxygen Toxicity alias keracunan Oksigen.
Dalam 3 kali dive hari sabtu tgl 30 Nov ini kami bertiga yang ada di team photography menggunakan EAN 32%. Tentu saja tujuannya untuk menambah bottom time dan tidak sampai kena deco.

Dive Comp yang saya gunakan adalah Suunto Zoop, setting : Nitrox 32% dengan PPO2 1.6, Altitude 0 (artinya dive di pantai, bukan altitude dive), P0 (artinya perhitungan deco nya liberal, bukan konservatif).

Setelah dive 1 selama 100mnt max depth 17m, average 13m, dan SI selama 1 jam, di dive 2 saya masuk ke 23m untuk memfoto dan saya sempat melihat dive comp menunjukkan No Deco time tinggal 3 menit.
Beberapa saat kemudian bahu terasa gemetaran dan lemas, kemudian merambat ke leher dan kepala... rasanya seperti fly dan ingin santai saja...
Kamera di tangan seperti mau lepas... sekarang saya baru nyadar dulu dikatakan kalau orang kena Oxygen toxicity bawaannya ingin ngelepas kamera dan kadang menanggalkan masker dst...

Kontrol diri, pikiran mulai hilang, gak bisa konsentrasi... akibatnya bisa fatal kalau diterusin...
So saya langsung memutuskan untuk ascend perhalan... 20, 17,  saya lihat teman teman yang juga hampir kena deco juga sudah naik dan ada di atas saya. Kira 2 di 13m an saya berhenti sambil mencoba menyadarkan diri....
Yang penting saya berada di dekat teman teman yang lain, sehingga kalau ada apa apa saya masih bisa terlihat.

Dan untungnya efek gemetaran berangsur angsur hilang... konsentrasi mulai didapat lagi. Saya masih melanjutkan foto2 dan segera naik di atas 10m agar lebih save. Dive 2 berakhir di 73menit dan setelah itu kami makan siang...
(apa mungkin gemeterannya karena kelaperan ya ? hahahahahahahaha.....)


Ada beberapa personal note saya jika dive dengan EAN karena kejadian ini :
1. Harus memperbanyak SI (Surface Interval) dan menghindari masuk Decompression Dive dengan EAN.
2. Harus selalu terlihat / berada bersama buddy, walaupun sedang hunting photo sekalipun.
3. Begitu merasa gemetaran, segera perlahan lahan ascend, sebisa mungkin di atas 10m.
4. PPO2 1.6 mungkin terlalu liberal buat saya, untuk lebih konservatif next saya akan coba dengan PPO2 di 1.5.


Dive 3, kami ber 6 bersama  guide dive di Coral Garden.

Agak kacau dive yang ini, karena visibility buruk dan guide kurang tanggap kalau ada anggota yang terpisah... gak dicariin... akibatnya saya kehilangan 'pointer' dan tidak terlalu banyak menemukan hewan...


Saya bermain main dengan anemone ini, mencoba mendapatkan beberapa foto yang close up.
Kebetulan si ikan selalu berusaha bersembunyi dan mengintip dari sela sela anemone, tidak lari menjauh, sehingga pas banget jadi object foto....





















































Dan juga bertemu dua ekor Dart fish yang juga tidak terlalu malu malu....









































































End of day 1, kita coba makan malam di Amlapura.... tapi kelihatannya ini sekarang menjadi ide yang buruk... pertama karena jauhnya dari Tulamben, 45mnt an, dan kedua karena sepanjang Tulamben - Amlapura ternyata sudah banyak warung, depot dll yang menyediakan makanan....
So next time, gak akan jauh jauh jalan ke Amlapura buat makan :D.

Day 2, kita ditawarin untuk nyoba dive di Amed.
So we go to Amed, kita dive di Jemeluk kiri (Piramid) untuk dive 1.

Seperti biasa dive di Jemeluk menjadi drift dive... sambil drifting sambil foto macro... nikmattt hahahahahahahaha....


Pertama... Pygmi seahorse yang cantik... ada beberapa ekor dalam satu sea fan...

























Kemudian seekor giant frog fish...

















Dan 2 ekor leaf fish transparent, menurut sang guide, seharusnya ada beberapa ekor leaf fish yang berwarna warni... :D, out of luck then :D....


























Karena sudah hampir 1 jam dan udara beberapa teman sudah hampir habis, sebagian diver harus mulai ascend sedangkan kami bertiga, saya, pak San dan mbak Mamiek tetap stay sambil menikmati fotografi :D.

Beberapa hewan yang saya dapat selama 'safety stop' di kedalaman 7-4m an......
Seekor kepiting yang lagi santai... tidak malu malu difoto....




































Dan seekor udang yang mukanya lucu... saya menghabiskan20-30 menit di crinoid yang menjadi sarang sang udang bercapit satu....







































Close up teman sendu kita yang satu ini....




































Dive 2, kita mencoba merasakan muck dive.... :D. Tapi memang muck dive dengan lokasi yang mantap dan guide yang baik menghasilkan banyak 'tangkapan' :D.
Sebenarnya kita mengincar octopus disini... ada beberapa yang 'tertangkap' tapi gak mau 'dipaksa keluar'... if you know what I mean... hahahahahaha...
So... demi kasih sayang kepada Octopus, gak ada pemaksaan octopus dan tentu saja jadinya gak ada foto octopus disini....




























Termasuk Nudi branch transparent yang satu ini... gak tau namanya, tapi lucu banyak 'rambut-rambut' yang keluar dari lubang di badannya... juga kalau diperhatikan betul betul, beberapa tentakel transparent (seperti yang ada di Crown of Thorn) ada di nudi ini....





















Dan disini rupanya lokasi yang baik untuk mencari sand divers... banyak sekali koloni sand divers disini....




































Kemudian kita mendapatkan foto yang unik, seekor dwarf scorpion fish yang mendarat tepat diatas ribuan 'keong' yang aktif bergerak (seaktif aktifnya keong bergerak, tetap aja kecepatan jalannya gak bisa kelihatan mata, kecuali diperhatikan bener bener... namanya juga siput....)...




































Dan terakhir, seekor Nudibranch cantik, yang belum pernah saya temuin sebelumnya... ntar cari waktu buat di ID hehehehe....



























Sampai ketemu di report 2 minggu lagi... dari Pasir Putih (or Menjangan :p).


.


Monday, November 11, 2013

Trip Report, Tulamben, 2-3 November 2013

Minggu ke 7 berturut-turut setiap weekend selalu ada di 'jalan'... gile bener....
Benar-benar gak punya waktu untuk edit photo, enjoying my own shoot, and resting...
Akhirnya baru sekarang (Nov 8-11) report sejak bulan October bisa ditulis....

Trip kali ini seharusnya jadi trip yang panjang dan melelahkan :D. Long weekend, libur dari tanggal 1 sore sampai 5 November.
Trip dive kali ini bersama sama dengan trip rombongan A2DC yang berultah ke 3 :D.
Congratulation dan semoga tambah maju...

Saya sendiri sebenarnya gak masuk ke dalam trip A2DC, tapi karena kebetulan memang berada di lokasi yang sama, maka tetap aja sempat dive bersama, walaupun tidak disengaja :D.


Datang naik mobil, saya ke DPS dulu buat jemput 2 murid kesayangan yang mulai keracunan diving, Alex dan Edward....
Senang bisa melihat teman2 yang punya passion dengan diving... mau menyempatkan waktu untuk diving walaupun tinggalnya jauh di Singapura.


Di Tulamben, tgl 2 Nov saya dive bersama dengan Pak Santoso, sedangkan tgl 3 Nov, dive bersama bli Yansu, sang macro spotter :D.
Lengkapnya silahkan photo yang berbicara ya :D....
























Sebenarnya saya nyoba cari pigmy di wreck, 29m something, tapi dasar gak bakat spotting, gak ketemu pigmy... hahahaha... tapi memang kelihatannya lokasi ini gak banyak yang menarik selain pigmy, dan kalau gak pake nitrox, gak

Dive santai, berhasil menangkap basah Kurbayana abis kawin... :p.

































































Mencoba spent waktu agak lama dengan hewan hewan yang umum... mencoba mencari pose yang menarik... Akhirnya sempet bisa dapet clown fish yang lagi membuka mulutnya... dan beberapa coral fish yang lagi menari nari di atas table coral...


Dive ke 2 hari Sabtu ini kami dapat bantuan guide bli Yansu, yang supaya gak jauh jauh kita milih dive di 'halaman rumah' nya, Coral Garden Tulamben...
Dan memang kalau gak ada spotter, rasanya mustahil kita bisa menemukan hewan hewan ini :D.






















Tiger shrimp.... baru pertama kali memfoto... kalau gak ada wetlens, lebih baik gak usah dicoba :P.






















































































Skeleton shrimp.... black... :D.








































Dan anemone shrimp yang kepala lampu neon hehehehe... belum tau id nya... but they looks wonderfull....






















Ini close up yang memperlihatkan isi 'otak' nya.... :D.



































Dan lagi senang senangnya memfoto si udang yang nyantai ini, teng teng teng... kalau sudah sampai teng teng nya seru seperti ini pasti hewannya asoy geboy hehehe...
Langsung saya deketin dan bener aja, seekor oops, dua ekor Algae shrimp, green yang cukup tenang untuk difoto close up ! So I spent the next 10-15 minutes with these creature....

































Algae shrimp definitely gak bisa difoto tanpa wetlens, bahkan menurut saya +10 saja masih belum cukup....
dan setelah saya pasang +10 dan +7 pun, masih saya rasa kurang tajam... entahlah... mungkin kameranya yang perlu diganti hahaha....

Next, kita ketemu candy crab walaupun dendronephyta nya kecil saja tapi ada 2 ekor candy crab yang sayangnya gak bersedia ngumpul jadi 1 buat difoto :p.

Anyhow, dengan +10 dan +7, saya dapat beberapa foto yang terbaik yang pernah saya ambil untuk candy crab.....








































Someother shrimps... including the famous one Harlequin Shrimp.































































Memang gila dive kali ini, semua udaranya tinggal 30bar ! hahahaha... gileee... dan udah pakai nitrox pun, masih saja saya kena 26menit deco !! padahal mainnya cuman maks 25m dan rata2 main di 20-10 an...

Setelah dibawa ke 7m an, saya bisa kurangin deco pinalti nya menjadi sekitar 18menit, kemudian saya bawa diem aja di 5m untuk kurangin ke 10menit, dan udara saat itu tinggal 10 bar... sudah pokoknya gimana caranya ber 3 udara harus masih cukup buat deco stop otherwise computer bisa error hahahaha...
betul betul gak patut dicontoh, but ini untuk dijadikan pelajaran deh...


















But all ends well :D. Sampai semua yang di atas sudah ninggalin kita, 26 menit cuman buat ngabisin deco aja...
Di dive ini sebenarnya kita sempat ketemu dengan A2DC, walaupun gak janjian tapi sempat ketemu di dalem air :).
























Schooling fish sweetlips...




Karena gak tidur semaleman, sudah 2 dives, yang kedua nya shore dives dan harus jalan beberapa ratus meter :D, akhirnya saya nyerah gak ikut night dives...
Lebih baik buka laptop dan persiapan untuk besok dives 'beneran'...

Jam 6 pagi sudah bangun, cari warung buat sarapan dan janji ketemuan jam 7 pagi.
Langsung berangkat ke lokasi Dive 1 di Bali Academy.
Shore dive, ada satu dive center disana yang cukup luas, jadi semua sudah tersedia, tabung, helper, shower tinggal datang dan dive :D.


Jam 8 pagi kita sudah ada di dalam air, mengunjungin teman unik kita si Coleman shrimp :).
Kali ini, pengalaman dari yang lalu di Padang Bai, saya harus mencoba untuk tidak mengganggu fire sea urchin tempat dua shrimp ini bertempat tinggal.... Lumayan berhasil, sea urchinnya gak jalan jalan terlalu jauh sehingga saya berhasil mendapatkan foto2 yang baik focusnya. Posisi dari Coleman shrimp juga tidak malu malu, berani menampakkan diri keluar :).



























Bli Yansu memberikan beberapa shrimp lagi buat saya ambil gambarnya..... Lumayan dengan +10 dan +7 bisa full frame tanpa harus cropping, walaupun ngatur object dan focusnya setengah mati :D.



























The bumble bee :D.































































Dan kebetulan mendapatkan 3 whip coral shrimp lagi bermain.. padahal whip nya gak panjang... tapi bisa ada 3 biji ! wow....















Lokasi ini lumayan mengasyikkan, masih lumayan pristine, belum 'rusak' seperti Seraya...
Di salah satu anemone berbetuk 'kue terang bulan' ada 2 ekor shrimp ini... right at the center.... :D.










Gak jauh dari situ ketemu lagi seekor udang tipe javelin... saya berusaha menunggu moment dia melepaskan tendangannya... :D. sayang kurang beruntung...




Udara masih tersisa 70bar,  tapi kelihatannya object object menarik masih terus saja ditemukan :D....
What a dive !!











































































































Surface interval sebentar, kita langsung jalan menuju spot berikutnya, Kwanji...
Ini juga lokasi yang tidak sering dikunjungi diver...
Pertama kali turun langsung disambut ghost pipe dewasa yang gak malu malu sama kamera...
Ini photonya dengan tanpa di crop sama sekali....


























Dan sempat ketemu pose asik berikut ini hehehe... pas banget arah cahaya, keberadaan ikannya... seolah olah ikannya bermata merah... Alien invasion :p.
























































































Kelihatannya sepintas akan jadi lokasi yang menjemukan... tapi sebentar... ini ketemu satu octopus yang ada 'blue ring' nya di bawah mata.... hmmm... saya sebenarnya tidak mengira itu blue ring, hanya setelah dia agak marah baru kelihatan lingkaran birunya hahahaha....


Berusaha menyamar jadi coral ? :D.... what a smart animal...

























Berusaha menyamar  menjadi daun ?



Kemudian ketemu seekor pikachu...



































Dan iseng-iseng mencoba memfoto lion fish  ini.... semakin marah semakin indah... hehehehe...


























Donut nudibranch... wah wah... memang gak salah pilih lokasi... :D.

































































































Dan Algae shrimp yang transparent !, baru tau kalau warnanya hijau setelah difoto.... :D.






























Waktu masih jam 11:30, kita mikir mikir apa mau lanjut apa kagak... hahahaha... akhirnya kita putuskan, ya sudah, kita makan dulu, abis itu dipikir lagi mau jalan atau mau udahan...
Setelah ngisi perut pakai sate gurita dan kuah pedesnya... ternyata badan masih kuat, dan kita ambil 1 kali dive lagi, kita pilih ke Slope, mau cari pikachu tujuannya....

Tapi memang dasar jodoh, sekali lagi ketemu rombongan A2DC sedang persiapan, bisa bisanya pilih spot yang sama :D.
Gak berapa lama descend, bli Yansu pointing seekor Juvenile frog fish...



lihat ekornya...



































Lihat antenanya... :D.








Ternyata, tanpa saya sadari, rombongan A2DC Surabaya sudah siap berpose dibelakang saya... walah... kok bisa barengan...
Ya sudah saya break sejenak dan sempetin ambil beberapa foto A2DC Surabaya divideokan oleh pak Avandy dari BIDP.



















































Setelah selesai sesi foto foto, saya lanjutkan memfoto Pikachu yang ada disitu... yang ini tidak punya bintik bintik hitam di tubuhnya....


























Jalan lagi kita masih ketemu beberapa object yang menarik...

























































































































































The best skeleton shrimp picture I've ever capture....

































Kelinci putih yang lucu hehehehe.....









Molusca berhidung panjang hehehehe....






























Sempat bertemu schooling fish yang memang biasa jadi penghuni tetap slope....

























Dan ketemu Ghost pipefish juga....

















































Betul betul Orgasme deh... dengan 2 hari dive di Tulamben... 800+ shoot, dengan variasi hewan yang begitu banyak.
Walaupun tgl 4 nya saya masih cuti, saya menolak untuk ikut dive... udah kebanyakan... gila....
Dan rasanya 2 minggu tanpa kena air asin pun rasanya gak akan apa apa... hahahaha...

see you... entah kapan neh......


---------------------------------------------