Search This Blog

Friday, December 24, 2010

Konsep dan Pemakaian Dive Table (Dive Table, Concept and Application)


Sebagai persyaratan untuk mendapatkan sertfikat Open Water Diver (A1 untuk POSSI/CMAS), Dive Table adalah salah satu materi yang akan wajib dikuasai.
Sayangnya tidak banyak Instruktur Selam / Dive Master yang mengharuskan anda untuk benar-benar memahami dan mengharuskan penerapan Dive Table, baik dalam dive planning maupun selama berada di trip penyelaman.
Padahal, dengan mengerti konsep dan cara pemakaian dive table, sebenarnya anda dapat memperkecil resiko terjadinya DCS (Decompression Sickness / DCI = Decompression Illness) pada diri anda.

Salah satu alasan utama Dive Table kurang diminati adalah keberadaan Dive Computer yang semakin terjangkau harganya dan semakin lengkap featurenya. Namun walaupun anda sudah memiliki Dive comp, saya akan sangat menganjurkan anda untuk juga mendalami konsep Dive Table yang sebenarnya adalah inti dari Dive Comp itu sendiri.
Alasan lain adalah karena perhitungan Dive Table dianggap sangat 'matematis' dan 'teknis', yang kebanyakan orang 'lebih baik menghindar' daripada meluangkan waktu untuk mempelajarinya...

Mohon jangan patah semangat dahulu :D, karena sebenarnya Dive Table sangat amat mudah dipahami dan sangat berguna sekali lagi untuk menjaga keselamatan diri anda, para penyelam.
Selain untuk melakukan dive planning (normal) pemahaman Dive Table akan sangat berguna dalam situasi emergency dimana anda tidak dapat menggunakan dive computer (jatuh ke air, hilang, mati, error dll).

Mari kita mulai.... :D.
Jika anda ingin bertanya silahkan mengirim email, atau anda dapat mengisi kolom comment dibawah thread ini.


Bagaiamana memperoleh Dive Table ?
Ada banyak sekali dive table yang dijual di dive center dan anda juga dapat men-download sendiri dari internet, beberapa contoh dan link-nya ada dibawah ini :
Contoh dive table yang disediakan oleh organisasi selam :
SSI dive table. (German version).


Namun sebenarnya semua organisasi penyelaman (PADI, SSI, NAUI, NOAA, US Navy dll) menggunakan dasar table yang sama yakni : tabel Bulhmann.
(Klik link diatas jika anda ingin mempelajari lebih dalam tentang tabel Bulhmann (0-700m altitude)).

Beberapa produsen Dive Comp juga sudah menggunakan metode perhitungan RGBM (Reduced Gradient Buble Model) yang lebih presisi namun juga adalah pengembangan dari tabel Bulhmann.


Jika kita ingin kembali ke konsep awal, pertanyaan mendasarnya adalah... :


Apakah Dive Table itu ?
Dive table adalah tabel yang menghitung sisa nitrogen yang ada dalam tubuh anda pada saat dan setelah anda melakukan penyelaman.
Perhitungan sisa nitrogen tidak disajikan dalam satuan ppm (parts per million) namun dalam satuan menit.
(Berapa menit sisa nitrogen dari penyelaman sebelumnya, seolah-olah anda sudah dive selama sekian menit [walaupun anda baru saja descend]). Sisa nitrogen dalam satuan menit ini (RNT=Residual Nitrogen Time) harus diperhitungkan kedalam perhitungan TBT (Total Bottom Time) pada dive berikutnya.

Dengan mengetahui sisa nitrogen dalam tubuh anda, anda dapat menghindari decompression dive (atau 'terkena deco', istilah yang umum dipakai) dan juga menyesuaikan diri dengan pengalaman selam anda.
Misalnya new diver yang masih belum terbiasa dengan kadar Nitrogen yang tinggi dalam tubuh, akan mudah merasa mual, pusing setelah diving, hindari menyelam terlalu dalam atau terlalu lama (Pressure Group tinggi).

Namun perlu selalu diingat bahwa perhitungan yang dilakukan oleh Dive Table (maupun dive comp sekalipun) sifatnya adalah perkiraan atau perhitungan berdasarkan percobaan empiris yang telah dilakukan sebelumnya. Tiap orang memiliki struktur fisiologis dan karakter yang berbeda baik penyerapan, pelepasan maupun reaksi terhadap nitrogen.
Tubuh yang tidak terbiasa terekspose dengan kadar Nitrogen yang tinggi (ie Non Diver) akan lebih rentan terkena Decompression Sickness walaupun sudah melakukan penyelaman dalam batas aman (Non Deco Dive).



Bagian-bagian dari Dive Table :

Dive Table selalu terdiri dari (minimal) 2 macam tabel, 
Table 1 : No Decompression dan Group Designation Table.
(Sering kali tidak memiliki nama yang jelas).
Tabel ini bertujuan untuk :

1. Merencanakan penyelaman, berapa lama di kedalaman tertentu anda bisa menyelam tanpa harus melakukan decompression stop (lihat definisi NDL dibawah untuk penjelasan tentang decompression stop).
Misalnya Diagram A : Table 1 : Seorang penyelam dapat menyelam di kedalaman 12m selama 130menit tanpa perlu melakukan deco stop. Atau 24m selama 30menit, dst....
Note : Seorang penyelam selalu dianjurkan untuk melakukan Non Decompression Dive, penyelaman tanpa perlu melakukan deco stop untuk meminimalkan resiko terjadinya DCS.
Jika anda memang sengaja akan melakukan 'penyelaman deco', maka anda bisa menggunakan Dive Table yang memiliki informasi berapa lama (dan di kedalaman berapa) anda harus 'membayar' pinalty deco tersebut. 
Diagram A1 : Buhlmann Table with
'Decompression pinalty'


Diagram A1 disamping adalah sepotong tabel Buhlmann yang menunjukkan berapa lama (dan di kedalaman berapa) seorang penyelam harus melakukan decompression stop(s).

Misalkan anda berencana menyelam sedalam 30m selama 25 menit (penyelaman deco), maka anda WAJIB melakukan deco stop di 3m selama 5 menit.

Jika anda berada di kedalaman 30m selama 40 menit, maka anda WAJIB melakukan 2 deco stop, di 8m selama 5 menit dan kemudian di 3m selama 17menit.
Dengan demikian anda dapat pula merencanakan pada sisa tangki berapa (pada tekanan berapa bar) anda harus mulai ascend.

Note : Jika anda ingin memperkirakan air consumption rate (konsumsi udara) anda, cobalah search kata kunci diatas di internet.
Intinya : DACR (Depth Air Consumption Rate) = SACR (Surface Air Consumption Rate) x Ambient Pressure at Depth.





















2. Menghitung berapa banyak nitrogen (nitrogen loading) yang terakumulasi dalam tubuh anda selama penyelaman yang dinyatakan dengan peningkatan Pressure Group (PG).
Misalnya Diagram A : Table 1 dibawah ini :
* Seorang penyelam menyelam di kedalaman 12m selama 60menit maka PG setelah penyelaman adalah 'G' (bulatkan keatas).
* Seorang penyelam menyelam di kedalaman 25m selama 20 menit maka PF setelah penyelaman adalah 'F' (bulatkan kedalaman ke atas, lebih safe).
Pressure Group ini adalah 'Group Designation' anda, seorang diver digolong-golongkan dalam group-group tergantung banyaknya nitrogen yang terakumulasi dalam tubuh.
Semakin 'tinggi' abjad nya semakin banyak nitrogen dalam tubuh....
Jika PG anda adalah 'G' artinya : "anda memiliki kadar nitrogen seperti penyelam di group 'G'".
Catatan : Pada penyelaman pertama, anda dianggap tidak memiliki pressure group, No PG = tidak ada sisa nitrogen dalam tubuh.
Yang dimaksud dengan penyelaman pertama bukan penyelaman pertama pada hari itu, tapi penyelaman pertama dalam trip tersebut.


Contoh sebuah dive table :
Diagram A : Table 1 : No Decompression and Group Designation Table.

Dengan data PG yang didapat dari table 1, anda dapat pindah ke Table 2 dibawah ini.



Table 2 : Surface Interval Time (SIT) Table.
Tabel ini bertujuan untuk menghitung pelepasan nitrogen (nitrogen unloading) yang terjadi selama surface interfal. Istirahat setelah penyelaman (surface interval) memberikan kesempatan nitrogen dilepaskan oleh tubuh anda. Berkurangnya nitrogen membuat PG anda juga akan berkurang dan perhitungannya dinyatakan dalam tabel 2 berikut ini :

Diagram B : Table 2 : Surface Interval Time (SIT) Table.

Secara sederhana, jika PG terakhir anda setelah penyelaman adalah 'G', maka jika anda beristirahat selama 1 jam PG anda turun menjadi 'F'. Jika anda beristirahat selama 2 jam maka PG anda turun menjadi 'D'.
Bagaimana mendapatkannya ? lihat lajur paling atas, cari huruf 'G', kemudian ikuti anak panah kebawah, dan cari kolom yang sesuai dengan lama surface interval anda, kemudian lihat ke bawah, dan baca huruf pada kolom tersebut.
Jika PG terakhir anda setelah penyelaman adalah 'F', maka jika anda beristirahat selama 2jam 30 menit sebelum penyelaman berikutnya, maka PG anda setelah beristirahat (atau tepat sebelum penyelaman berikutnya) adalah 'C'.

Catatan : perhatikan bagaimana PG digunakan sebagai 'penghubung' antar tabel.


Kadang, anda juga akan menemukan model table 2 yang juga menunjukkan berapa lama anda harus melakukan surface interval agar dapat terbang (no fly interval) dan berapa lama kemudian baru sisa nitrogen di tubuh anda habis seluruhnya.
Contohnya adalah table Bulhmann dibawah ini :
Diagram C : Table 2 : Surface Interval Time (SIT) Table with No Fly Interval and Complete Desaturation Interval


Note : Anda tidak bisa mengkombinasikan PG / Group Designation dari table organisasi penyelaman yang berbeda. Misalnya anda tidak bisa menggunakan Tabel 1 dari SSI dan Tabel 2 dari Bulhmann, dst.

Diagram C : Table 2. "0" artinya waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan seluruh sisa nitrogen dalam tubuh (satuan : Jam) (Complete Desaturation Interval). Misalnya PG anda setelah penyelaman terakhir adalah 'F', maka anda butuh 4 jam istirahat baru kemudian diperbolehkan terbang, dan anda membutuhkan 4 jam lagi (total 8 jam) agar sisa nitrogen bersih dari tubuh anda.

Note : Organisasi penyelaman besar seperti PADI dan SSI mengeluarkan aturan berbeda. Misalnya PADI akan mengharuskan 12hrs no fly untuk single dive dan 18hrs no fly untuk repetitive dive (repetitive dive = anda menyelam lagi sebelum seluruh sisa nitrogen habis dari tubuh anda, contohnya jika anda berada dalam safari dive selama 4 hari dengan 3 dive per hari. Dive ke 2 dan ke 3 dalam hari yang sama adalah repetitive dive).
Note : Sekarang PADI dan SSI menganut 24 hours no fly baik untuk single maupun repetitive dive... semakin conservative :).

Kemudian, karena safety reason, hampir semua dive table yang beredar sekarang tidak mencantumkan lagi No Fly dan Complete Desaturation Interval. 12 / 18 hrs no fly dijadikan ketentuan baku atau anda bisa menggunakan Dive Comp anda untuk melihat jatah waktu No Fly anda.



Table 3 : Residual Nitrogen Time (RNT) Table.
Tabel ini bertujuan untuk :
1. Menunjukkan berapa banyak sisa nitrogen (RNT) yang masih ada dalam tubuh kita (setelah surface interval). Satuannya adalah menit.
2. Sama seperti Tabel 1, untuk merencanakan penyelaman berikutnya dengan mempertimbangkan bahwa sisa Nitrogen (RNT) akan membuat anda pada penyelaman berikutnya (seolah-olah) sudah menyelam selama X menit tersebut walaupun anda baru saja turun (descent).

Catatan : Kadang Tabel 2 (Surface Interval) digabungkan dengan Tabel 1 sehingga total anda seolah-olah hanya memiliki 2 tabel saja yaitu No Deco + SI dan RN Table saja.
Namun pada pokoknya Dive Table selalu memberikan 3 informasi : No Decompression Limit + PG, Surface Interval dan Residual Nitrogen Time

Berikut adalah contoh RNT Table :
Diagram D : Table 3 : Residual Nitrogen Time (RNT) Table
Jika PG anda setelah beristirahat (didapatkan dari Tabel 2) adalah 'D' maka untuk penyelaman berikutnya :
* Jika anda hanya akan menyelam dikedalaman 9m saja maka RNT anda adalah 54 menit dan anda bisa menyelam tanpa takut terkena deco (N/L = No Limit).
* Jika anda menyelam hingga kedalaman 15m maka RNT adalah 29 menit dan di penyelaman berikut ini anda hanya bisa menyelam maksimum selama 41 menit sebelum masuk ke penyelaman deco (Decompression Dive).

Note :
Untuk mengetahui waktu maksimum no deco anda juga bisa membawa RNT 29 menit tersebut ke Tabel 1 (lihat Diagram A : Table 1). Waktu maksimum untuk penyelaman no deco di kedalaman 15m adalah 70menit, sehingga jika RNT = 29 menit, maka maksimum penyelaman no deco di kedalaman 15m adalah 70-29 = 41menit. Anda mendapatkan hasil perhitungan yang sama !!.
Disini anda lihat bahwa dengan membaca Table 3 diatas, sebenarnya anda sudah 'kembali lagi' ke Tabel 1.




Actual Bottom Time
 (ABT) adalah lama waktu (menit) anda berada di kedalaman tertentu. Sedangkan RNT adalah sisa nitrogen (dalam satuan menit) yang membuat (seolah-olah) anda sudah menyelam di kedalaman tersebut selama X menit). Sehingga dalam perhitungan kadar nitrogen, anda dianggap telah melakukan diving selama TBT menit (ABT dan RNT).





Menghitung Total Bottom Time (TBT)
Diver biasanya menganggap perhitungan RNT dan TBT sebagai hal yang paling sulit dimengerti dalam mempelajari Dive Table.
Semoga setelah membaca penjelasan saya, anda tidak menjumpai kesulitan yang sama... :D.
Seringkali seorang penyelam lupa bagaimana cara menggunakan Dive Table, namun jika anda sering berlatih dan benar-benar menggunakan Dive Table dalam penyelaman, pastilah anda tidak akan kesulitan mengerti konsep dan aplikasi Dive Table.



Perhitungan TBT :


TBT = ABT + RNT

Rumus atau konsep diatas tidak akan sulit dimengerti jika anda mengerti konsep RNT.
Rumus diatas dapat dibaca seperti ini :
"Total Nitrogen yang ada dalam tubuh anda (TBT) adalah Nitrogen yang anda dapat dari penyelaman sekarang (ABT) ditambah lagi dengan Sisa Nitrogen yang anda dapat dari penyelaman sebelumnya (RNT)".
Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, sisa nitrogen ini ditulis dalam satuan 'menit', lama waktu penyelaman.

Anda bisa membayangkan jika anda punya '20 menit' Nitrogen dari penyelaman sebelumnya (RNT), dan anda menyelam selama '30 menit' (ABT) maka walaupun sesungguhnya anda baru menyelam selama 30 menit, maka seolah-olah anda sudah menyelam selama 30+20 = 50 Menit (TBT).




Jika menyambung dari contoh kasus sejak dari Table 1 diatas tadi :
Jika setelah Surface Interval yang menghasilkan PG 'D' diatas anda berencana menyelam di kedalaman 15m selama 30 menit maka TBT anda nantinya adalah 30 (ABT) + 29 (RNT) = 59 menit sehingga dengan melihat tabel 1, PG anda nanti setelah penyelaman adalah 'H' (pembulatan keatas).
Penyelaman tersebut adalah penyelaman Non Dekompresi (Non Decompression Dive).
Jika anda menyelam lebih dari 41 menit (ABT) maka anda akan melakukan penyelaman dekompresi (Decompression Dive) yang mengharuskan anda melakukan Decompression Stop.





Istilah-istilah dalam Dive Table :
Pressure Group (PG) atau juga sering dinamakan Repetitive Group atau Group Designation, adalah penggolongan sisa nitrogen dalam tubuh anda. Biasanya dinyatakan dalam alphabet (A, B, C dst), semakin 'tinggi' alphabet nya (semakin menuju ke Z) semakin banyak nitrogen yang ada dalam tubuh.
PG juga digunakan sebagai penghubung antar table. Jika anda berpindah dari tabel 1 ke tabel 2 atau dari tabel 2 kembali ke tabel 1, PG lah yang akan menjadi penghubungnya.

Bottom Time (BT) sebenarnya adalah lama waktu anda berada di kedalaman maksimum (Bottom).
Istilah ini sedikit memancing perdebatan, kebanyakan diver akan mengatakan bahwa Bottom Time adalah waktu antara mulai descend hingga anda mulai ascend dari kedalaman maksimum.
Pendekatan ini dianggap lebih aman, karena ketika anda mulai descend, anda sudah dianggap berada di Max Depth. Namun bisa bermasalah jika dive profile anda tidak berupa 'kotak', multi level diving ketika descend.

Dive Time adalah total waktu mulai descend hingga ascend = Bottom Time + waktu untuk ascend + Deco Stop (jika ada) + Safety stop.

No Decompression Limit (NDL) adalah waktu penyelaman (dalam satuan menit) di kedalaman tertentu dimana seorang penyelam tidak perlu melakukan (mandatory) decompression stop.
Penyelam selalu dianjurkan untuk melakukan non decompression dive (penyelaman tanpa perlu melakukan decompression stop) untuk meminimalkan resiko DCS.
catatan : beberapa organisasi selam mengharuskan seorang penyelam melakukan safety stop (biasanya minimum 3 menit di kedalaman 5m) pada setiap penyelaman, namun sebenarnya safety stop tersebut sifatnya adalah recommended bukan mandatory.
Catatan : Dive comp juga akan menganggap safety stop sebagai 'recommended' bukan 'mandatory'. Artinya safety stop boleh tidak dilakukan. Decompression stop dan quick ascend lah yang akan menimbulkan 'penalty' berupa mandatory safety stop tersebut.
PADI hanya mewajibkan safety stop pada setiap deep dive (lebih dari 30m, sekarang menjadi lebih dari 18m).
Lepas dari wajib atau tidak, selalu lebih nyaman dan lebih baik untuk melakukan safety stop yang lama di setiap penyelaman anda sambil menikmati shallow water corral :).
Paling banter yang sebel adalah tukang perahu atau buddy anda....

Residual Nitrogen Time (RNT) adalah sisa nitrogen dalam tubuh kita (dinyatakan dalam satuan menit).
Ketika diaplikasikan lagi ke tabel 1 seolah-olah kita sudah menyelam selama X menit tersebut.
Dalam kasus penyelaman tanpa decompresi (Non Decompression Dive), otomatis jika kita memiliki sisa RNT maka Bottom Time kita pada penyelaman berikutnya akan menjadi lebih singkat.





Contoh Soal Penggunaan Dive Table dan Perhitungannya :


Diagram E1 : Table 1 : Padi Dive Table (Metric).























Diagram E2 : Table 2 : Padi Surface Interval Time Table (Metric).


Anda merencanakan Wreck Dive di Anker Wreck (Anchor Wreck) Menjangan, Bali Barat, dimana wrecknya berada di kedalaman 30-40m.
* Berapa maksimum NDL (No Decompression Limit) pada penyelaman tersebut ? 
Jawaban : 
8 menit di kedalaman 40m.

* Jika anda berencana menyelam hingga 15menit di 40m, berapa lama surface interval agar anda kembali ke Pressure Group 'B' ?
Jawaban : 
Sedikit Tricky, karena tabel E1 PADI diatas dengan SENGAJA tidak mencantumkan menit ke 10 dst di kedalaman 40m. Maka dengan perkiraan saja bahwa 1 m menambah 1 pressure group maka setelah 15menit anda akan berada di sekitar PG M sampai O. Saya akan ambil amannya, 'O', maka butuh kira-kira 2.5 jam untuk mengembalikan PG anda ke 'B'.

* Jika setelah penyelaman selama 15 menit di 40m diatas dan berisirahat selama 2.5 jam hingga PG anda kembali menjadi 'B', anda ingin melakukan penyelaman kedua di Pos 1 Menjangan di kedalaman 15m saja (shallower depth), selama 40 menit, berapa sisa RNT dalam tubuh anda sebelum penyelaman kedua dan apa PG anda setelah penyelaman kedua tersebut ? Berapa maks NDL pada penyelaman kedua ?
Jawaban :
- Maks NDL untuk pressure group B di kedalaman 15m (bulatkan ke 16m) adalah 59menit, dengan sisa RNT sebelum penyelaman kedua sebesar 13menit.
- PG setelah penyelaman 40 menit di kedalaman 15m adalah :
ABT = 40 menit, RNT = 13 menit maka TBT = 53 menit, menggunakan Tabel 1 (Diagram E1) 15m (bulatkan ke 16m) selama 53 menit, pressure group setelah penyelaman kedua adalah 'R'.

* Anda berisirahat lagi selama 2 jam kemudian anda akan melakukan sunset dive di Mandarin City di kedalaman maks 10m. Apa PG setelah Surface Interval ? berapa RNT dan NDL di penyelaman ke 3 ?
Jawaban :
PG setelah penyelaman kedua = R, istirahat 2 jam, PG menjadi B (lihat diagram E1).
RNT di 10.5m (lihat diagram E2) untuk PG 'B' adalah 20menit dengan 199 menit NDL.
(Artinya anda sebenarnya diperbolehkan menyelam selama yang anda mampu di penyelaman ke 3 asalkan kedalaman anda tidak lebih dari 10.5m. Biasanya menyelam 1.5 jam (90 menit) saja sudah sangat menggigil, apalagi nite dive....)



Demikian gambaran penggunaan dive table.
Jika anda memiliki pertanyaan, kritik dan saran, mohon menuliskannya di bagian 'comments' di bawah thread ini.
Saya harap dengan lebih menjiwai dive table anda memiliki 'feeling' untuk merencanakan penyelaman.
Misalnya : Berapa lama anda perlu melakukan surface interval untuk penyelaman berikut ? Berapa dalam anda boleh menyelam selama 30 menit tanpa terkena deco ? dst.
Memiliki feeling seperti ini di kepala anda akan sangat membantu anda dalam menggunakan Dive Comp.

Selamat berlatih..... :).



-----------------------------

Tuesday, December 21, 2010

Tips to play 3kingdom on friendster

I'm writing (and updating) this tips as the game progressed.
Looked like the 3kingdom game @ friendster has some 'easy-but convenience to use' tips to enhance your strategy. Enjoy and please inform me should you had other tips to share...


For fast growth you need to balance the production of Gold and resources (Food, Lumber, Iron and Stone).
General tips would be to always have minimum of 300 allocable peasants (green, don't leave it on red) by building or upgrading cottages. The more the better since you'll got extra gold and a lot of people to recruit as your army.
Then as this free or idle peasants is enough you can build or upgrade your resources (not vise versa, ie : do not build resources while you do not have enough idle peasants, you would be short on workers !).
Having the habit of keeping quite reasonable number of allocable peasants would be beneficial when you need to increase your army size quickly.

Then when you would like to take a nap (what ? 6 hrs ? 10 hrs ?) or away from your game, always think ahead.
Best policy is to keep everybody working and running while you are away.


Tips on :
1. Setting Tax Rate. This is quite unclear early on but I think I got the optimum strategy already.
Here is the simple guide : Set your tax @ 50%. That will maximize your hourly gold production throughput !
You might wonder how I got this tips so easily saying... but read on cause I got a good mathematical explanation for this advice.
And here is the explanation : Your gold production throughput would be affected by tax and population.
I would focus not on the current population but your maximum population.
Current population is the one that fluctuated (approximately) every 5 minutes. They would increase (or decrease) within your (allowable) maximum population.
Maximum population itself would be affected by the Capacity (ie the number of cottages and their level of upgrade) and the Tax Rate set up !

Here is the simple mathematics equation to work with :
GpT = Gold Production Throughput (gold/hour)
C = Capacity (number of people)
MP = Maximum Population = C x (1-T)
T = Tax Rate (%)

GpT = MP x T
        = C x (1-T) x T
        = -CT^2 + CT
Maximixing GpT for T you got : GpT max for T = -C/-2C = 1/2 or 50% !!
So if you want to maximizing your Gold Production Throughput, you will have to set your tax rate @ 50%.
Prove :
Case 1:  Capacity of 10.000 people, with tax rate at 30% then Max Pop = 7.000, Gold Production Throughput = 7.000 x 30% = 2.100 gold/hour.
Case 2:  Capacity of 10.000 people, with tax rate at 50% then Max Pop = 5.000, Gold Production Throughput = 5.000 x 50% = 2.500 gold/hour.
Case 3:  Capacity of 10.000 people, with tax rate at 70% then Max Pop = 3.000, Gold Production Throughput = 3.000 x 70% = 2.100 gold/hour.

See what I mean ? :).

And don't forget to always add (or preferably) upgraded your cottage as frequent as time allowed to maximize your C and MP :D.


2. Fast Resource Production. This is how to speed up your Resource Production (Food, Wood, Stone and Iron).
* Build enough Farm, Sawmill, Quarry and Iron Mine. Then upgrade them according to your needs. It is wise to overlook the future need. means it would be better if you concentrate your spending on resource production in the early stage then you will have a steady output for you growth requirements.
I would suggest the number of Farm : Saw Mill : Quarry : Iron Mine as 4:3:3:2 for more or less almost the same level.
As you focus on growth you should focus on Saw Mill then Quarry and Iron Mine.
As your production rate reaching about 10k each you should be able to focus on building army and going to war, hence your focus on production building should be changed to : Farm, Saw Mill, Iron Mine and Quarry.

* Complete your growth Quests, each quest will give you certain amount of either gold, resources, influence point or even population to speed up your city building. Don't forget to get the reward okay ?! :D.

* Build College and do research at the earliest possible while watching your resource level.
Your resources would be essential for you city, BUT do not over use them for the army, wall, heroes etc.
Instead, you should focus first on the lumbering and mining then hammering and cultivation for the early stages.
This would boost up your resource production rate (additional 10% for each level).
Off course you need to maximize your population by building and upgrading cottages to earn as much gold as you can.

As soon as you can recruit army, try to conquer lake, swamp or pasture for food production boost up.
Lake is the best, for example level 9 Lake could boost up food production by 32%, level 9 Swamp by 21% and level 9 Pasture by 11%. Uplands are for Iron boost and Barrens are for Stone.
And do not forget to upgrade your government, the higher the government level the more wilderness you can control. For Example : level 6 government can control maximum of 6 wilderness of any kind.



3. Building Army, protection and preparation for war !
* Build College and do research at the earliest possible while watching your resource level.
I would focus on pikemen and archers as the prove to be reliable on the early stages.
Pikemen would drain your wood resource drastically but they are reliable and fast to train.
Archer would require 2 population per archer and long training period but they will reduce casualties at war thus saving a lot time to train and reduce resource need.

* Build Barrack on the 3rd or 4th day of your immunity period (7 days). This should give you enough time to prepare your army and defences. By this time, if you had maximized your population, resources etc you would be building all the army and war related progress in no time.

* Choosing Heroes, I would literally sums up the 3 main (and upgradeable) heroes character which is Politics, Bravery and Intelligence. If it falls above 150 (now it sounds like an IQ test isn't it ?) then you have a raw talent there. Recruit him immediately ! (In this case you need to always prepare at least 1 empty space at the hero lounge or you would be forced to lay out one of your hero).
I would prefer a level 1 (thus cheap) hero worth 1000 gold with 150 total character point and point him as a castellan to boost up his level in no time.
You could switch other hero as castellan and it took only 1 day to boost him up 3 level to level 4.
In two days he would have became level 7 ready to war...

Effective Barrack level :
I found out that the most effective troopers are :
* Archer for long range and reducing casualties. But takes 2 population and slower recruitment rate (approx half of pikemen recruitment rate).
* Pikemen for speed and fast recruitment. Seemingly really realible against low level army. But because of their speed at war they would take the most casualties. Seemingly really realible against low level army.
Takes a lot of wood to recruit !
* Swordsman for high hit points and guarding point. But takes longer time to recruit compared to pikemen.
* Cuirassiers (I have not yet own this type of soldier but I guess this one is reliable for battle against huge amount of troopers).

So considering the above condition I would suggest you to have 2 barrack at level 8 to recruit Cuirassiers and Ballistae. Then 2 barrack at level 4 to recruit archers. Then 2 barrack at level 2 to recruit Pikemen, scout, etc.
So total of 6 barracks should be enough to support your medium level war (not attacking city walls which require Battering rams or Trebuchets).

To avoid being scouted you need to keep a lot of scout in your city. Only scout will attack scout.
Keep like 2.000 scout to avoid being scout, but you could always get scouted if your enemy bring more scout and defeated yours.




4. War against Bandit and Yellow Turban Forces at 3kingdom Friendster.

I would rely much on archers because you can kill your enemy without loosing any of your army.
And I always command my army on war to maximize the result. Looks like all game are like that, you need to lead the war yourself to have a flawless win.
That's how you do not need to keep recruiting army. Keep producing archers and you would win higher level wilderness with ease. To defend your archer, choose the swordsmen they are quite tough. Against level 7-8 wilderness I would suggest 1.000 archers and 500 swordsmen or pikemen. You would almost achieve victory without casualties. Against level 9-10, I would suggest 1.500 archers and 1.000 swordsmen and pikemen, but there will be casualties. In order to avoid casualties, try rise archer to 2.500.
Off course always try to avoid (scout before attacking) carteran, YT archers and alike then high speed troopers such as YT Captain and mounted bandit. They could move very fast and kill some of your swordsmen / archers.


If you loose a war, you'll loose influence, something that you really want to avoid during your effort toward 1st rank player. So in order to avoid loosing wars, you will need to scout then (if necessary) simulate the battle (using sim.battle at rally spot). Here are some information you might want to know when analysing scout report:


Army type comparison :

Rookies alike : (armed with trident)
Rogue moving at 210 per turn,
Yellow Turban Soldier moving at 220 per turn,

Pikemen alike : (armed with spear/javelin), moving at 360 per turn.
Bandit, moving at 310 per turn,
Yellow Turban Veteran 320 per turn

Swordsmen alike : (armed with swords), moving at 330 per turn.
Brigand, moving at 280 per turn
Yellow Turban Elite, moving at

Archers alike : (armed with bow), moving at 300 per turn.
Cateran, moving at 275 per turn.
Yellow Turban Archers, moving at 260 per turn.


Cavalries alike : (ride a horse), moving at 1250 per turn.
Mountain Bandit, moving at 1200 per turn,
Yellow Turban Captains, moving at


Amount of troops from scouting :
Few = 1 to 10 (my data : 2)
Several = 10 to 25 (my data : 12 to 20)
Pack = 25 to 50 (my data : 36 to 40)
Lots = 50 to 100 (my data : 57 to 78)
Horde = 100 to 250 (my data : 100 to 247)
Throng = 250 to 600 (my data : 291 to 450)
Swarm = 600 to1.000 (my data : 604 to 953)
Zounds = 1.000 to 2.500 (my data : 1.000 to 2.334)
Legion = 2.500 to 5.000 (my data : 2.667 to 4.800)
Bulk = 5.000 to ....  (my data : 5.334 to 6.667)
Giga =  10.000  to ....              (my data : 10.000 to 16.000)

But anyway, looked like if you upgrade reconnaissance (at College) to level 3 you will get exact number of enemy from your scout ! Nice thing... So I'll stop (because I could not) updating the data above.
reconnaissance is a nice thing to upgrade, btw, if you reach level 5 or 6 you could see almost everything you need to attack a wilderness even a city.
Note : with low level of reconnaissance you could not see enemy army in a city ! This is very dangerous if you want to attack a city such as a yellow turban one.



5. Upgrading your rank.
This is one of the primary purpose you played 3kingdom, to gain Nobility and Military Rank.
They always corresponds one another, and you will need to pay attention to these aspect :
* Level of Government and Wall.
* Jewellery. To upgrade to Livery you need 10 Pearls. Then Coral, Liuli, Agate and so on... so always gather the jewellery in the wilderness.
* Gold.
* Conquer wilderness and then a County when you want to upgrade from Major to Colonel.


6. Increasing Influence at 3kingdom Friendster.
This is one of the utmost goal of this game. Feels like you would like to win the emperor's heart by gaining political influence.
- Win Battles, especially with high level hero or huge army (high level wilderness).
- Join Arena and defeat the heroes at the arena's quest.
- Growth in population and all construction level in town.
- Conquer wilderness, growth in army number.
- Gaining influence from quest reward.
- Giving tribute to the emperor (epic quest) either resources, jewelry, troops, etc.
The most easiest thing to gain influence are giving tribute (if you had 3 - 4 cities then giving resource tribute shouldn't be a problem).
Then also killing enemy heroes and judges at arena should give a fast boost on your influence. For further detail see the 'war on arena and city' section.
The fastest but hardest way to earn influence is by defeating YT castle, County or defeating the top players hiehiehiehie....

To Own a County (or YT city). Its best to place your castle adjacent to them.
This is because you would need to defeat them 90 times to bring the Allegiance level to 0.
See if you can differentiate between a City and a County ;). The county is different in shape and colour compare to a city.


7. What to do if you are away ?
Well, a lot actually. Especially in the higher level and without diamonds and vouchers... meaning you do not want to speed up nor pay for those fancy facilities.

* Wilderness, you should gather on your wilderness. I would suggest you gather more on Lake and Swamp to get as much Pearls and Corals as possible to achieve Livery rank. This would enables you to go to arena and build more cities. Do not forget to gather the other jewelry type, and gain some quests reward.
From my experience, 2 hours gathering almost get you none of the jewellery, 6 hours or more had a good chance of getting jewellery. I usually put them on 8 - 10 hours before reap all gathering.
Small tips, to save time, put your big army in your city, go gather with heroes and cavalries. They moved very fast so you could save travel time. The big army in your city could defend your city should there are any attack, and could be sent directly for maraud or conquer.

* Construction, you could do the lower level, high speed construction and upgrade at your presence and higher level, long duration construction and upgrade while you are away. Government, Walls, Research usually took long time to finish.

* Army Recruitment, while you are playing, try to recruit in a small group such as 20 for archers, 50 for pikemen, 40 for swordsmen etc. While you are away, try to recruit in a larger group such as 100 for archers, 200 for pikemen and 150 for swordsmen.
Anyhow this game teaches us to schedule our life isn't ? hahahaha.... talking about online games....
But watch out your food production... this is could be crucial because if you do not keep a high food production number it could go red (minus) when you are away and those army finish their recruitment process.

* Research, build traps, archer towers etc at your wall during you are away. This would also save you time. Do the short duration research while you are playing and save the longer duration while you are away. that's always the general rule.




8. Choosing and Recruiting Hero(s).
As your city improve, you need more heroes for war (maraud, conquer) and building / researching / boosting production in the city.

Early in the game,
I always appoint a hero with high politics and intelligence to be a castellan. It would boost his experience as well. The high politics and intelligence speeds up building and research.

As your game advancing,
Point a hero with high politics and bravery to boost up your resources production as well as recruiting army.

For War,
Recruit heroes (I usually use 1 or max 2) heroes with high bravery and intelligence as those characteristic will boost your attack and defend as well.

Then choose some ordinary hero, preferably from a low level one (hence will not require high salary) to gather  your wilderness thus boost your resources production as well.


For a Castellan,
Choose a hero with high Politics as it boosted production and construction.
Preferably with high Bravery to speed up your troops recruitment.
If you have a high intelligent hero then you could speed up research at that city.
Placing a hero as a castellan would give him experience so do not forget to monitor your castellan and upgrade their level.



9. War at Arena and City at 3kingdom Friendster.
This is one fast way to gain influence, but you need to be very careful because the arena basically is consecutive wars each 5 to 8 minutes against various kinds of enemy type. You would have to kill minimum of  6 to 7 heroes before you could reach the 3 judges.
There is a time limit when the arena is open (3 hrs), and if you could not kill the 3 judges in the time span then you'll lose the arena battle.
But even though you are loosing the battle you'll still gain influence and experience for your hero(s) by defeating any enemy heroes and judges. This is the good thing about arena.

Here are some hints for you to prepare battle at PVE arena :
* The heroes at Level 4 arena are about as strong as Wilderness level 7 or 8. It gives you 1.6k influence per heroes defeated (arena quest). The heroes at Level 5 arena more or less equal to Wilderness level 9 or 10.
But the judges are the one you need to worry. They are about two times stronger than the heroes you found in the arena. Especially the Julu Judges (at the upper right most city).
Actually as you travel from bottom left to upper right, the heroes and enemy would become gradually more difficult to defeat. This also true if you go up to save the kings. But still the toughest ones are the 3 judges.

Here are some easy to calculate Archer match up :
Archer vs Archer : each round you can kill about 60% of you enemy (example : 50k archer would kill around 30k archer each round).
Archer vs YT Veteran : 26% per round (example : 50k archer would kill around 13k of pikemen each round).
Archer vs YT Elite : 7.2% per round (example : 50k archer would kill around 3,6k of swordmen each round).
Archer vs YT Soldiers : 120% per round (example : 50k archer would kill around 60k rookies each round).
The number of Swordsmen would be the one you should be worrying the most because they are the toughest one and often you will find a bulk number of swordsmen (elite YT) with only some archers or captain. Means you should be calculating your chances before engaging the war.
Be cautious that the number I wrote above is subject to many things, your research level, your hero bravery, and the distance between your archer and the enemy.
If you are 'out of range' then you could only kill half of the number displayed above.
So always remember to close in to kill maximum number of enemy and then fade out to parry their attack.

Easiest (but costly way) to scout your enemy at the arena is by using the Homing Pigeon, but you also could spy on them by defeating other non hero general at the same castle and then you can scout the hero freely.
Just click offence on them (if you are on the same castle) and their information would appear.


* To minimize casualties I always bring archers, a lot of them. about 6k for PVE arena lvl 4 and 8k for PVE arena lvl 5 and 11k for lvl 6 would be advisable. I also bring  at least 2k swordsmen to protect my archer, just in case. You will need to prepare about 200-300k of food to supply your troops during war.
For convenience and insurance, I recommend you to bring more archers than needed.
45k-50k archers for lvl 7 is advised, although I can also do it with 40k.
70k archers for lvl 8 is advised, although I can do it with 65k but I also lost 70k by surprise when 40k swordsmen at Julu the Heaven Judge.

So use homing pigeon or kill the other army leader (advisor, decorated general, rebel leader an so on, as long as its not the Hero) to scout. This way you can still avoid loosing troops.
Do this especially for the Judges.

Always move forward and kill the YT Captain (horsemen) first, then YT Archers, then YT Pikemen basically whoever move the fastest or could damage you from long range.
Why you need to go forward ? because seems like the range would determine the accuracy of your archers and therefore would kill more or less enemy.
As the enemy (they are always march towards you) get closer, stop or move back your archers and your other army. So close in then stay out, do not let your enemy touches your army especially your archers.
Always monitor the position (coordinate) of your army and enemy and make sure they did not touch your army on the next move.
This is how you could survive 10-11 consecutive war without loosing any troops.

* Always look for castle with heroes, and always aim for the heroes. Sometimes one castle contains 2 heroes. Kill them before you move to the other castle. Remember time is limited.
As for the reward, each level 5 heroes you kill would give you 2.5k influence (do not forget to take your reward at the arena quest). The Judges would give you some 3.5k influence or more (sorry, did not remember). But the price is good, for each arena lvl 5 you finished you could gain 30k to 40k influence if you are quick and strong enough.
Lvl 7 heroes give you 4.9k influence per hero and Judges give you 7.35k, 9.8k and 14k.
If you can beat higher level arena then the price is even better, but you will need to much more army. Be prepare.

The marching speed (between city) inside the arena is determine by the heroes ! The higher the hero level (Bravery I guess...) the quicker you move. You can also use horse or bulls to speed up even further.
Then off course the different speed of each troops would also contribute to your marching speed.
If you include ballista for example, then your speed would drop significantly and depends also to your tech.
So upgrade your Navigation for infantry such as archers and swordsmen, Equitation for troops and siege engines, etc.


* To my experience, the best route at PVE Arena would be :
Xiang Yang (Start) --> Fan Cheng (kill 1 hero) --> Deng Cheng (kill 1 hero) --> Nan Yang (kill 2 heroes !! another hero would appear after you kill the 1st one) --> Wan Cheng (kill 3 heroes !! heros appear after another) --> Xie Jing Shan (Kill 1 hero).
Then you have 2 options here, whether to go up north directly to the judges or swing first to Xing Ye (1 hero) then Ru Nan (2 heros !) then go north. Its all up to your war speed.
Then go to Wu Ping (1 hero) --> Cang Ting ( 1 hero) --> Dong Jun ( 1 hero) --> 3 judges GuangZong, Julu, XiaQu Yang ( total 3 heroes).
Then go back to Dong Jun, Chen Liu (1 hero) and then Chang She (1 hero) and go after the Bo Cai to Ying Cuan (1 hero), Yang Zhai (1 hero), then Peng Tuo (2 heroes including Bo Cai).
You need to move very fast here ! so about 20 heroes could be eliminated in a single arena battle trip if you are fast !!
if you did level 5 then total additional influence is 17 x 2.500 + 3 x 3.500 = 53.000 experience per arena !
Not Bad isn't ? for 3 hours playing...

note : red bolded cities have tough hero ! Pay special attention when defeat


Now for the city war,
The epic quest, counterinsurgency would need you to attack a YT city (to release YT captive).
Scout it first with level 5 or more reconnaissance and you could see all your enemy and remember that the difficult thing is not to defeat the YT armies but to avoid looses from city traps.

ps : tricky way to scout is to send one Cavalry, which move the fastest, to attack and you can see the enemy quantity. Send your real army on the second attack.

There are 40 rounds for battle and within that you will need to bring the 1000k hit points wall down to 0.
During those time, the city traps will eat your army little by little. So be quick.
I would suggest bring heavy artillery such as Ballistaes, Trebuchets or Battering Rams.
Oh ya, you need to shift your archer forwards so that the walls and enemy behind wall are within its attack range.

To reduce casualties, try this method :
1st attack : Sacrifice attack to scout, or use scout.
2nd attack : Maraud attack to eliminate troops without having to deal with the defensive wall (ie : traps, stone, logs, archer tower, etc).
3rd attack : Conquer attack, bring a lot of Siege engines to bring down the wall faster then use the rookies, swordsmen, cuirassairs, etc to sacrifice against defensive wall, so bring them forward, then use the heavy siege to attack from distance. Move your archers as well.


so far... that's what I could share to you...



--------------------------------------

Friday, December 17, 2010

Renungan : Antara Menerima dan Ber-Toleransi...

One important learning yang saya dapatkan hari ini adalah tentang perbedaan antara Menerima (Accepting...perbedaan, kelemahan) dan Mentoleransi (Tolerating...perbedaan, kesalahan, dll).

Dalam pergaulan hidup, dalam dunia kerja, kita berinteraksi dengan berbagai macam karakter manusia, yang memiliki beragam motivasi dan paradigma.
Ketika kita berusaha mencapai keinginan kita, setiap kali itu pula kita harus berhadapan dengan kepentingan-kepentingan yang lain, dengan kesulitan karakter, politik dan sistem-sistem yang tidak sejalan dengan yang kita inginkan.

Apakah kita akan berusaha 'memanipulasi' sikap dan pandangan kita demi mendapatkan 'dukungan' ?
Apakah kita menggunakan kekuasaan kita untuk memaksa orang lain mendukung ide kita ?
Apakah kita berusaha membohongi dengan iming-iming dan segala macam janji agar orang lain dapat kita 'manfaatkan' ?

Memanipulasi sikap, sehingga 'terkesan' seolah-olah kita adalah pribadi yang baik, ramah, supportif, dll membuat kita kehilangan integritas dan ujung-ujungnya (setelah orang-orang disekeliling anda menyadari..) kita akan kehilangan kredibilitas.
Kita selalu tampil dengan dua muka, penuh tabir, tidak bisa menjadi diri kita sendiri seperti apa adanya.
Menggunakan kekuasaan, seringkali berujung pada dukungan yang semu, sesaat dan not long lasting...
Membohongi (walaupun perbedaan antara memberikan gambaran opportunity / kemungkinan sukses dan berbohong kadang tipis sekali...) juga tidak akan membuat motivasi jangka panjang.
Mentoleransi, berusaha bersabar, berusaha mengalah, membuat diri kita stress dan kadang menimbulkan pelampiasan negatif di tempat lain (di rumah, di kantor, dll).

Ternyata ada satu kekuatan yang saya rasa bisa menjadi solusi untuk tetap mencapai tujuan kita tanpa harus memanipulasi diri, berbohong, bersabar atau memaksa dengan kekuatan...
Option ini saya tulis sebagai : Menerima (Acceptance).
Menerima kelemahan, menerima ke'anehan', menerima 'kelucuan', menerima kritik, menerima hinaan, cibiran, prasangka, fitnahan, menerima kesulitan, termasuk, menerima diri sendiri apa adanya....

Sedikit berbeda dibanding dengan bersabar / bertoleransi, menerima tidak berarti mengiyakan, seolah olah yang aneh menjadi wajar, yang terlihat lucu sekarang menjadi serius, hinaan seolah-olah tidak pernah ada, kesulitan seolah-olah sirna karena motivasi yang besar, kelemahan diri seolah-olah tidak ada lagi (menghibur diri ?), dan lain-lain.
Menerima bukan berarti apa yang kita anggap benar kemudian menjadi salah (paradigma kita salah), atau apa yang orang lain anggap benar kita akui sebagai benar.
Menerima seperti kita melihat pasangan hidup kita apa adanya, dengan segala kelemahan, kejelekan dan keanehannya, tapi toh kita sayang dan cinta padanya.
Mengubah dengan mengajak, memberi contoh dan menunggu (ini yang paling penting...) sampai dia mengerti.

Jika kita berhasil, maka kita tidak akan kehilangan integritas, credibilitas atau apapun, kita akan membuat proses belajar atau perubahan menjadi nikmat dan menyenangkan (untuk diteruskan ke proses pembelajaran berikutnya).
Sesuatu yang bisa menjadi modal bagi perbaikan berkesinambungan, istilah lain dari six sigma, lean manufacturing, dan istilah-istilah keren lainnya...


.................. 

Thursday, December 9, 2010

Penjelasan mengenai perbedaan maksimum kecepatan naik (Maximum Ascent Rate Differences, Explained)

Kita mungkin pernah mendengar intruktur atau membaca tentang perbedaan kecepatan naik maksimum yang diperbolehkan.
Note : PADI menyarankan maksimum ascent rate 9m/mnt, sebelumnya 18m/mnt untuk menghindari DCS (Decompression Sickness).
Well, yang saya maksud dengan perbedaan kecepatan naik yang diperbolehkan (maximum ascent rate), bukanlah yang ditetapkan oleh salah satu organisasi penyelam (ie : PADI, SSI, etc), namun perbedaan kecepatan naik yang diperbolehkan di kedalaman yang berbeda (maximum ascent rate at different depth).

Info yang saya dapat adalah kita bisa naik dengan kecepatan 18m/mnt dari kedalaman 30m, namun ketika mencapai kedalaman 15m, kecepatan naik kita harus dikurangi / lebih pelan lagi.
Jadi ketika mulai ascent dari deep dive, kita bisa naik dengan kecepatan yang lebih tinggi dibanding ketika kita sudah dekat ke permukaan.
Mengapa demikian ? Adakah pendekatan teknik yang dapat menjelaskan panduan seperti ini ?

Berikut adalah penjelasan teoritisnya, sumbernya ternyata berasal dari penelitian John Scott Haldane, bapak Teori Dekompresi Modern (1860-1939). Haldane menulis :

“ Hence it seemed to me probable that it would be just as safe to diminish the pressure rapidly from four atmospheres to two, or from six atmospheres to three, as from two atmospheres to one. If this were the case, a system of stage decompression would be possible and would enable the diver to get rid of the excess of nitrogen through the lungs far more rapidly than if he came up at an even rate. The duration of exposure to high pressure could also be shortened very considerably without shortening the period available for work on the bottom ”.

Haldane menulis bahwa penurunan tekanan relatif (relative pressure difference) yang sama tidak akan menimbulkan perbedaan (dalam hal bubble (Nitrogen) yang terbentuk, kecepatan tubuh mengeluarkan Nitrogen, etc).

Jadi, ketika misalnya kita naik dari kedalaman 60m (7bar) ke 25m (3.5bar) atau 50% pengurangan tekanan, yaitu jarak tempuh 35m dengan waktu tempuh misalnya 2 menit, efek yang sama dihasilkan jika kita naik dari kedalaman 30m (3bar) ke 5m (1.5bar) yaitu jarak tempuh 25m dalam waktu tempuh 2 menit juga.
Jadi yang paling penting diperhatikan dalam hubungannya dengan DCS adalah perbedaan relatif tekanan dan bukan perbedaan kedalaman (jarak tempuh) nya.

Ini membawa konsekuensi yang baik bagi penyelam, dimana seorang penyelam dapat naik dengan lebih cepat ketika naik dari deep dive (misalnya 40m atau 30m), sehingga tidak perlu berlama-lama berada di kedalaman dengan tekanan tinggi, dan baru kemudian memperlambat kecepatan naiknya (dan melakukan deco stop) di kedalaman yang tidak terlalu dalam (misalnya 20m atau 15m).
Penelitian Haldane ini menjadi dasar multi stage decompression, 'deep stop', dll yang membuat seorang diver tidak perlu berada di tempat yang dalam terlalu lama.

Pengetahuan ini juga menjadi dilema bagi seseorang diver yang melakukan deep dive dan menggunakan dive comp untuk memonitor kecepatan naiknya.
Dive computer biasanya diset untuk memberikan warning bila kita naik melebihi 9m/mnt. Padahal jika kita berada di kedalaman 30m, kita seharusnya secepatnya naik supaya kita tidak terlalu lama terekspose tekanan di kedalaman tersebut.
Kelihatannya ini moment yang tepat untuk tidak menaati dive comp :D.



======================

Friday, November 26, 2010

Menyelam pakai Jeans...

Ada satu hal yang menarik yang saya temukan hari ini, tentang jeans sebagai wetsuit hahahaha.....:D.
Sebelumnya saya cuman mendengar cerita bahwa jaman dahulu sebelum ada BCD dan wetsuit, penyelam menggunakan jeans dan pelampung (sebagai ganti wetsuit dan BCD).
Dan tidak pernah terbersit bahwa sebenarnya banyak alasan teknikal dibelakangnya....

Sumber : Jeans Definition

Beberapa alasan mengapa Jeans bisa digunakan sebagai wetsuit :
* Kuat, bisa melindungi dari karang dan sentuhan dengan koral.
* Personally Fit, ternyata Jeans yang 'bagus' hehehehe... memang bisa di-'break-in' supaya fit properly and personally ke tubuh kita. Baru tau.... dan baru ngeh kalau Jeans yang bagus memang akan mahal harganya hahaha....
* Mampu menahan panas, kalau di link diatas disebutkan wet suit Levi's bisa dipakai hingga suhu 68 degF (20 degC), cukup dingin untuk ukuran penyelaman tropis...
Bahkan jika dipadukan dengan wetsuit 2-3mm bisa dipakai hingga suhu 5-10 deg F (-12s/d-15 degC) !!.
Walah-walah... bisa jadi alternatif drysuit ternyata hahaha....

So, dengan 3 property diatas, memang gak salah kalau penyelam jaman dulu memilih jeans sebagai pakaian diving hahahaha.... ternyata oh ternyata.... bukan biar keren semata....
Kalau lupa bawa wet suit, lari bentar ke mall, beli Levi's atau Wrangler buat dijadikan wetsuit darurat hahaha...

Friday, November 19, 2010

Masker Impian....

Hehehe... kelihatannya kurang penting untuk dibikin whiz list, tapi saya ingin bikin whiz list ini untuk mengingatkan tentang masker-masker yang enak dipakai, baik yang sudah dicoba maupun yang ingin dicoba....

Ternyata cari masker yang nyaman itu gampang-gampang susah....
Masker pertama saya yang mereknya Sopras, beli 350 ribu perak ternyata hingga saat ini (1.5 tahun dipakai) belum ada yang mengalahkan keenakannya... kali aja si masker udah apal sama seluk beluk muka saya....
Padahal sudah banyak kemasukan kotoran, warnanya juga sudah mulai pudar tapi tetap saja tidak bisa ke lain masker....

Kriteria masker yang baik menurut saya :

Tidak terlalu banyak bocor, terutama ketika dibuat manuver jungkir balik dan terlentang.
Tidak mudah fogging idealnya cukup dikasih shampo bayi / odol, bisa tahan 1.5 jam tanpa fogging. Kelihatannya saya tidak terlalu cocok dengan masker berjenis 'low volume', karena kelemahan masker jenis ini adalah gampang sekali fogging. Kadar air di dalam kantong udara di masker mudah jenuh, mata (yang mengandung air) lebih dekat ke kaca masker....

Tapi masalahnya saya sudah tanya ke beberapa orang dan toko, dan mendapatkan jawaban yang sama : semua masker produksi 2009 ke atas 'sudah' low volume semua !

Terpaksa saya harus pakai trik untuk cari masker yang cocok : masker WAJIB dicoba dulu minimal di kolam, kalau bisa dibawa ke laut. Tentu saja tidak ada dive center yang cukup gila untuk memenuhi keingingan saya, akibatnya tiap kali trip saya sering nyobain masker milik teman-teman yang lain.


Terakhir adalah kenyamanan saat dipakai, sesuatu yang menjadikan alasan saya mencari masker lagi.
Tentu saja masker lama yang berharga 350 ribu tidak akan bisa seenak dan senyaman masker berharga 1 jeti... hehehe... ada harga ada rupa...
Biar muka tidak sakit sehabis diving...



Walhasil, dari hasil meminjam masker dan berburu info tentang masker, saya ingin merekomendasikan masker yang kira-kira bisa cocok dengan muka yang agak lebar / besar seperti saya (176cm, 82kg).
Dan kalau sudah berbagai macam masker anda coba, berbagai cara anda lakukan dan anda tetap bermasalah dengan masker anda, kelihatannya anda harus coba teknik face off ala Lisa di RS Dr. Soetomo yang sempat ramai dibicarakan itu... hahahaha.... kidding...


Berikut adalah beberapa model masker yang pernah saya coba dan gagal total... :p

Aqualung Technisub Look


Beberapa kali dicoba ternyata terasa terlalu kecil di wajah saya. Akibatnya kalau geser sedikit air mudah masuk.
Terasa sedikit sakit diwajah karena mata serasa dipaksa berkumpul ditengah.

Walaupun karet terasa nyaman, tapi kelihatannya ukuran dan bentuk wajah gak cocok sama Aqualung Technisub Look ini....

Keluhan yang sama ketika saya mencoba Masker Technisub Ventura (Midi).







Well, berikut beberapa model masker yang pernah saya coba dan sukses ! namun masalahnya harganya yang cukup mahal bikin saya mundur teratur mencari alternatif lain...

Riffe Mantis
Website untuk masker merk Riffe : www.speargun.com

Karetnya lentur sekali, tidak menyiksa wajah, nyaman dikenakan. Kemudian juga silikon yang menempel di wajah cukup lebar sehingga membuat masker ini anti bocor.

Juga tersedia dengan kaca 'kuning' (fungsinya mirip kaca mata safety kuning) untuk melihat lebih jelas di siang hari. Namun jelas akan mengganggu jika dikenakan untuk night dive.







Berikut adalah masker impian yang ingin saya coba :D.
(walaupun merknya Seacsub, tapi yang penting nyaman dipakai, enggak bocor, enggak ngembun, dan harganya gak terlalu mahal hehehe...)

Seac Sub One
Seac Sub One










Website untuk masker merk SeacSub : www.seasclub.com.
Komentar tentang pemakaian Seac Sub One yang memiliki lapisan silikon yang lebar dan cocok untuk muka yang lebar / besar.



Update : 2012 :
Akhirnya Seac Sub One sudah resmi BUKAN lagi masker impian, karena udah kebeli sejak Juni 2012 :).
Dan sampai sekarang menjadi masker utama saya...
Gak rugi pokoknya, enak dan gak bocor... gak terlalu low volume juga....



-------------

Wednesday, November 10, 2010

Kecewa buku Digital Underwater Photography : Teknik membidik jarak dekat dan makro oleh Makarios Soekojo

Komentar setelah membeli buku
Digital Underwater Photography : Teknik membidik jarak dekat dan makro oleh Makarios Soekojo


Awal Oktober 2010, kebetulan saya jalan-jalan salah satu toko buku di PTC untuk check buku-buku yang sedang laris saat ini. Salah satu buku yang menarik buat saya adalah buku Digital Underwater Photography karangan Makarios Soekojo.
Tertarik karena booming Pen Camera (Micro 4/3 technology) dan beberapa kawan yang memilih Olympus sebagai kamera bawah air andalannya saya akhirnya membeli buku ini.
Hitung2 ingin juga belajar tentang Pen Camera, yang saya yakin akan banyak diulas oleh Pak Makarios disini, saya juga ingin belajar lebih banyak tentang teknik fotografi bawah air. Harga buku saya rasa tidak terlalu mahal (pada awalnya), 80.000 rupiah saja.

Pulang ke rumah, jam 10 malam saya mendapatkan waktu luang, segera saya buka dan mulai membaca buku yang baru saya beli ini. Apa yang saya jumpai ternyata cukup mengecewakan, dari tebal 230 halaman, 100 halaman pertama ternyata HANYA membahas kamera, feature dan accesories merk Olympus saja.
(hal 17, ada satu merk selain Olympus yaitu Scan Disk Extreme, sebuah merek Memory Card. Itu pun karena setahu saya Olympus tidak memproduksi Memory Card sendiri seperti Sony dengan Memory Stick Pro Duo nya...)

Saya merasa 'dipaksa' membaca buku panduan kamera Olympus atau memilih type kamera Olympus yang cocok buat saya.
Well, saya memang sudah mengantisipasi bahwa akan ada 'iklan' Olympus dalam buku itu, toh saya juga ingin mengenal Pen Camera yang tag line nya : Not Compact, Not DSLR, it's a PEN !
Tapi saya merasa porsi iklannya terlalu banyak... sangat menjemukan membaca buku yang membahas feature kamera (Olympus), seolah-olah saya sudah membeli kamera tersebut dan sedang berusaha mempelajarinya.

'Iklan' ini sendiri tetap berlangsung hingga akhir buku, walaupun sejak halaman ke 157 mulai ada pembahasan merk lain selain Olympus, itupun kalau menurut saya karena 'terpaksa', karena strobe paling populer dipakai adalah YS-250 (sea n sea) dan DS-160 (Ikelite) bukan strobe milik Olympus.

Terus terang saya mengharapkan sebuah pembahasan yang menghasilkan 'ohh...' and 'wow...' effect mengingat karier beliau yang sangat mengagumkan bagi saya (Modern Photo, pengajar di Trisakti, Darwis Triadi dan terutama sekolah fotografi Nikon...).
Bahasan yang ada pun menurut saya (amat) jauh dari konsentrasi yang dipilih : Makro photography.
Baru di halaman 179 (dari 230 halaman) ada pembahasan tentang makro fotography.
Bagaimana mengambil posisi pencahayaan, teknik bidik, pengaturan diafragma, f stop dll.

Setelah itu, halaman 212 dan seterusnya, buku ini kembali membahas masalah-masalah umum yang menyangkut procedure penyelaman, daftar periksa, sampai ke procedure pengecheckan housing baru.

Alamak... jadi sebenarnya hanya 30 an halaman saja yang benar-benar sesuai dengan judulnya : teknik membidik jarak dekat dan makro...

Beberapa cuplikan foto makro yang ada di bukukita.com











Kemudian 128 halaman pertama khusus membahas Digital Fotografi (Bukan Underwater Digital Fotografi !).
Saya harap anda yang membaca ulasan (gerutuan sendiri) ini bisa menentukan sendiri apakah buku ini sesuai bagi kebutuhan anda.


Jelas bahwa jika anda memang awam dengan dunia fotografi, selama ini pakai kamera mode auto dan asal jepret saja, buku ini akan menjelaskan semuanya dari dasar. Namun secara umum rasanya buku ini lebih cocok digolongkan sebagai booklet kamera Olympus dengan sedikit sisipan teknik fotografi makro.
Pilihan judul yang tepat mungkin : Belajar dasar digital fotografi, fotografi bawah air dengan tips makro fotografi.
Dan mungkin harga jualnya jangan 80.000 rupiah, walaupun penuh dengan halaman full colour...

Well... demikian pendapat saya yang apa adanya... tanpa bermaksud menjatuhkan atau menjelek-jelekkan pihak tertentu.

salam.





==================

Bagaimana diving di atas pasir ?

Masalah utama dari dive site yang berpasir adalah visibility yang dapat seketika berubah menjadi sangat buruk akibat diver yang kurang memahami teknik menyelam di area berpasir.
Dive site untuk fotography makro contohnya, bisa rusak hanya oleh ulah seorang anggota group yang mengepakkan fin ke pasir. Semua hewan langsung lari atau sembunyi. Atau jika mereka tetap ada di atas pasir pun, akan sulit menghasilkan foto yang bersih karena visibility yang kacau.
Wreck yang sudah terisi pasir, bisa menjadi dive site yang berbahaya jika diver tidak tau cara mengepakkan fin mereka, menghancurkan visibility dan membuat diver di belakangnya kehilangan arah.

Disinilah (lokasi berpasir) sebenarnya keterampilan diving kita diuji, mulai buoyancy, teknik finning, teknik mendarat di pasir, teknik 'berpegangan' di pasir hingga teknik take off dari pasir.
Diver yang belum menguasai hal-hal tersebut diatas dapat membuat rekan-rekan yang lain sebel, menggerutu dan bisa-bisa diver tersebut 'dihukum' tidak boleh ikut trip lagi hehehe...


So berikut ini adalah beberapa tips yang dapat anda lakukan ketika anda menghadapi medan berpasir, entah sand bottom (pasir di bawah), atau pasir di slope (30 to 60 degree).

Buoyancy  --> an absolute must ! Teknik apapun yang anda pelajari, jika anda belum bisa mengontrol gerakan vertikal anda, maka akan percuma saja, pasir tetap akan naik. Maksudnya, jika anda terus-terusan harus terbentur dengan dasar pasir, dinding pasir di samping anda, maka otomatis pasir akan naik.
Jika anda ingin menghindari 'kemarahan' rekan-rekan satu group anda, anda harus stay well off bottom (melayang jauh dari permukaan pasir, koral atau dari dinding).
Kemudian pertanyaannya : Jika anda berada jauh dari koral atau pasir yang menjadi object diving itu sendiri... terus selama diving anda ngeliat apaan ? :).
Tentu saja kalau kita tidak bisa mendekat ke object2 yang menarik di permukaan pasir, permukaaan koral dst, kita tidak bisa betul-betul menikmati diving. So Buoyancy Control is a must...

Buoyancy perlu juga dikuasai ketika anda sedang turun mendekati permukaan pasir atau tebing. Jika kita tidak pandai mengatur buoyancy maka kita akan 'mendarat' dengan keras, padahal maksud kita hanya mendekati saja. Pasir terburai, koral rusak.



Posisi tubuh (Body Position) saat diving --> Jika anda selama ini kurang peduli dengan posisi tubuh anda saat diving, ini saatnya anda berpikir ulang...
Seorang diver entah karena tidak menguasai teknik buoyancy, weight distribution, atau finning yang baik cenderung untuk diving dalam posisi 45deg atau bahkan vertikal.
Seharusnya anda bisa merasa nyaman (dan bertahan lama / istirahat / tanpa pergerakan yang berarti) di posisi horizontal.
Posisi diving yang tidak horizontal membuat kepakan fin anda akan menyapu pasir di bawah anda. Usahakan posisi tubuh yang paralel dengan arah diving anda.                      
Akan sangat sulit menjaga untuk tetap berada di kedalaman yang sama jika tubuh anda cenderung vertikal ketika diving. Akibatnya anda akan sering mengepakkan fin untuk maintain depth, nafas menjadi boros.

Jika anda ingin mengamati sesuatu di atas pasir dengan lebih seksama, anda juga bisa menggunakan posisi kepala di bawah sehingga fin tetap berada jauh dari pasir. Teknik ini membutuhkan buoyancy yang baik dan kondisi peralatan yang prima.
Masker tidak bocor, regulator tidak mudah freeflow / berat, BCD memiliki dump valve di bagian belakang bawah (ketika kepala berada di bawah, otomatis dump valve ini berada di atas !), karena anda tidak mungkin menggunakan tombol deflate di BCD anda.


Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah :
* Pilih fin dengan buoyancy yang memiliki neutral buoyancy (melayang) atau sedikit positif (cenderung mengambang). Kebanyakan fin yang saya jumpai cenderung negatif sekali atau sedikit negatif. Keduanya akan  sedikit menyulitkan untuk mendapatkan posisi diving horizontal.

* Weight distribution : letakkan weight dibelakang (diatas) pinggang, bukan di depan perut yang membuat bagian bawah tubuh cenderung turun dan memaksa anda diving dalam poisisi vertikal.
Jika BCD anda memiliki back pocket di bagian punggung atas, manfaatkan lah pocket tersebut. Anda juga dapat menempatkan 1 atau 2 weight (pemberat) di tank strap anda dan mengurangi pemberat di sabuk.
Weight pada tank strap


Intinya sebenarnya : Semakin banyak beban ditempatkan diatas pinggang/perut anda (yang adalah poros keseimbangan), maka semakin mudah anda untuk menunduk / diving dalam posisi horizontal.


Teknik lain yang cukup simple adalah menurunkan posisi tank strap anda, sehingga lebih banyak lagi bagian dari tanki yang berada di atas tank strap. Jika anda melakukan ini, anda perlu menyesuaikan dengan tipe BCD dan keleluasaan gerakan kepala anda. Mungkin anda tidak terlalu nyaman jika kepala anda sering terkena 1st stage regulator. Hati-hati dengan kepala anda jika anda sering melakukan backroll entry.
Pilih BCD yang bagian belakang leher agak tebal, ada pelindung kepala atau gunakan hood.



* Terakhir, berlatihlah terus menerus agar dapat merasa nyaman diving dalam posisi horizontal. Berlatihlah agar nyaman terbang dekat dengan koral tanpa menyentuhnya. Ini memerlukan latihan terus menerus untuk membiasakan diri nyaman melayang tipis diatas koral.
Berlatihlah manuver2 dalam posisi horizontal, bergerak kedepan, berputar, bergeser menyamping, mundur dst. (Note : hanya menggunakan kaki saja, tidak menggunakan tangan).


Bagaimana dengan peralatan (equipment) kita ?
Packed up, Streamline --> Don't be a 'Christmas Tree' diver, dengan segala macam peralatan menggantung di BCD anda. Bawa peralatan seperlunya, usahakan masukkan peralatan kedalam pocket BCD, tidak digantung-gantungkan yang memungkinkan peralatan tersebut menggaruk pasir.
Kurangi peralatan yang menjuntai keluar, tidak rapi dll, usahakan sesedikit mungkin hose yang menjuntai keluar dari tubuh anda. Rapikan hose ke BCD anda, gunakan moutfish holder (octo holder) agar 2nd stage anda tidak menjuntai dan menggaruk pasir.
Gunakan lanyard, retactor, clips dll untuk membuat semua peralatan anda menyatu di tubuh anda.
Dengan menjadi streamline anda menghemat nafas (karena less drag), menghemat uang (peralatan lebih tahan lama / awet), menjaga visibility dan terutama juga meminimalisir kerusakan koral selama diving.



Teknik Finning (Kicking Technique)
Sangat jelas bahwa teknik mengayuh fin (finning technique) sangat mempengaruhi kemudahan manuver anda sekaligus untuk menghindari pasir naik.
Cobalah mempelajari teknik finning berikut ini :
Scissor kick --> Teknik kicking paling efisien.
Frog kick
Flutter kick --> Teknik kicking yang paling umum dipakai, santai tapi kurang bertenaga
Ankle kick
Split kick

Dan terutama sekali hindari melakukan bicycle kick. teknik 'mbecak' (mengayuh becak) kata orang Suroboyo...

Dua website yang menurut saya cukup baik untuk dijadikan acuan teknik finning adalah dive the world dan divernet. (left klik to go directly to those sites).

Dua teknik finning yang dianjurkan di atas permukaan pasir adalah Frog Kick dan Ankle kick.
Modified Flutter Kick / Ankle Kick

Yang terbaik untuk manuver di atas pasir adalah ankle kick, dimana anda harus menekuk lutut, sehingga telapak kaki berada di atas (ada jarak yang cukup dari pasir) dan hanya menggunakan pergelangan kaki (angkle) untuk mengayuh. Paha dan kaki anda relatif tidak bergerak, hanya pergelangan kaki saja yang bergerak. Teknik ini juga sangat diperlukan ketika harus menerobos celah sempit dalam wreck diving.
Teknik ini memiliki tenaga kayuh (trust) yang paling lemah dari semua teknik kicking, tapi tentu saja sangat berguna untuk tetap dapat bermanuver maju diatas permukaan pasir tanpa perlu mengaduk-aduk pasir nya.

Setelah anda merasa berada cukup jauh dari pasir, anda bisa mengganti kicking anda ke jenis yang lain (frog kick, scissor, flutter dll).

Latihlah juga teknik bermanuver di atas pasir, seperti manuver berputar (Helicopter Turn) dan juga manuver mundur (Reverse / Backward Kick).
Seringkali anda mengaduk pasir justru saat anda ingin menoleh ke samping, berputar arah 180 derajat, atau mundur. Kalau anda tidak pernah berlatih melakukan manuver diatas, menguasai ankle kick saja tidak akan menyelesaikan masalah.
Dan perlu diperhatikan bahwa untuk melatih helicopter kick dan reverse kick anda selalu harus memerlukan buoyancy yang perfect. Its all connected.... :).


Teknik mendarat di atas pasir / teknik berhenti (istirahat) di atas pasir.
Seringkali anda perlu untuk mendarat di atas pasir. Entah untuk berfoto, memfoto, membenahi weight belt, fin atau equipment lainnya.
Beberapa teknik yang dianjurkan adalah :

* Dengan jari
Gunakan satu jari untuk menusuk pasir, anda bisa juga menggunakan pointer untuk mendarat dan berpegangan di pasir.
Teknik ini dapat juga anda lakukan di lokasi yang penuh dengan koral dan anda ingin meminimalisir sentuhan dengan koral : carilah pasir, tancapkan jari / pointer anda disana.
Tentu saja dengan catatan arus tidak terlalu kuat.
Kemudian semakin dekat anda dengan permukaan pasir / koral semakin kecil arus yang anda akan rasakan. Jadi selain menancapkan jari / pointer ke pasir, anda perlu juga 'berlindung' di atas pasir / koral tanpa anda perlu menyentuhnya.
Teknik ini bagi saya adalah teknik yang paling recomended karena akan meminimalisir kerusakan koral dan biota laut lainnya. Hanya jari anda yang bersentuhan dengan pasir, tidak ada bagian tubuh yang lain. Hanya jari anda saja yang perlu dibersihkan ketika anda ingin take off dari pasir. Juga anda dapat memposisikan tubuh anda lebih dekat dengan pasir untuk meminimalisir dorongan arus.

Kebanyakan orang akan menggunakan telapak tangan untuk memegang pasir, dan secara reflek anda akan berusaha untuk 'mencengkeram' pasir. Ini malah akan berakibat pegangan anda terlepas, karena pasir memang tidak bisa dipegang dan akibatnya malah banyak partikel pasir yang naik. Gunakan jari / pointer untuk menusuk sedalam-dalamnya ke dalam pasir.

* Dengan lutut
Berdiri dengan 2 lutut di atas pasir, kemudian baru letakkan fin perlahan-lahan.
Anda tetap menggunakan lutut sebagai tumpuan, bukan fin anda. Perhatikan dahulu lokasi dimana anda akan mendarat, agar fin anda tidak merusak biota laut yang ada.

* Satu lutut dan satu telapak kaki
Satu kaki ditekuk ke depan sehingga satu kaki menahan dengan lutut dan kaki yang lain menahan dengan telapak kaki / fin.
Berdiri di atas pasir dengan satu lutut dan
satu fin

Posisi ini juga memudahkan anda untuk mencopot BCD dan melakukan perbaikan setting pada tanki, regulator dan lain-lain.










Jika anda akan berpegangan / mendarat dalam waktu yang lama, kempeskan (deflate) BCD supaya anda tidak mudah diombang-ambingkan arus.
Dua teknik terakhir diatas lebih tidak stabil dan rentan diserang arus jika dibandingkan teknik mendarat dengan jari.


Teknik Take off dari pasir.
Kelihatannya sepele, namun anda perlu menyadari bahwa salah satu penyebab pasir naik adalah ketika anda berusaha untuk take off / terlepas dari pasir. Entah anda menghentak pasir, atau anda membawa cukup banyak pasir di atas fin, sehingga ketika anda naik terlalu cepat, banyak pasir yang akan naik.
Kuncinya adalah : Gunakan nafas anda untuk take off atau kembungkan (inflate) BCD sedikit jika diperlukan. Jika ada pasir di atas fin, di lutut, siku atau BCD anda, bersihkan pasir tersebut perlahan-lahan agar jatuh kembali ke bawah tanpa perlu melayang-layang terlalu lama atau terlalu tinggi dari dasar (sea bed).
Jika anda mulai dari posisi duduk, ambil nafas dalam / kembungkan BCD agar anda terangkat dari pasir, posisikan tubuh perlahan-lahan ke posisi horizontal sambil membersihkan pasir dari tubuh anda baru kemudian anda bisa melakukan kicking.
Ingat bahwa anda bisa menggunakan teknik ankle kicking sebelum beralih ke teknik kicking lain yang lebih anda sukai.



Selamat berlatih dan merdeka bermanuver di atas pasir !!


*****

Friday, November 5, 2010

Belajar dari Kesuksesan dan Kegagalan

Sebuah meeting yang diadakan beberapa hari yang lalu menginspirasi saya untuk menulis topik ini.
Saya merasa cukup sering membaca tentang pentingnya peran kegagalan dalam hidup, namun kali ini saya merasa mendapatkan sebuah pencerahan yang 'wow'...

Beberapa slogan seperti :
"Kesuksesan adalah kegagalan yang tertunda".
"Orang sukses adalah orang yang selalu bangkit dari kegagalan".
"Tidak ada orang yang sukses jika tidak pernah mengalami kegagalan".
dan lain lain, sudah cukup sering saya dengar dan pahami.

Kali ini, saya merasa mendapatkan pencerahan tentang apa yang dapat saya pelajari baik dari kesuksesan dan kegagalan.
Sebuah uraian yang lebih mendetail dan alur pemikiran yang lebih terstruktur tentang kegagalan...
Demikian penjelasannya.... :

Kita belajar dari kesuksesan (success story) untuk dapat bermimpi, untuk dapat berpikir keluar dari kotak (out of the box), untuk tidak cepat puas akan diri kita.
Kita belajar bahwa (hampir) tidak ada hal yang tidak bisa diraih jika kita betul-betul fokus.
Tidak ada ujung dari sesuatu yang dikatakan sebagai 'berhasil'.
Ketika Kobe Bryant berhasil membawa LA Lakers juara di musim NBA 2009-2010. Saat itu juga ia ditantang untuk melakukan 4th peat di musim berikutnya. Jika ia berhasil kembali membawa Lakers juara di 2010-2011 (17 kali juara NBA, sama dengan Boston Celtic), ia akan langsung ditantang untuk membawa Lakers juara ke 18 kali nya. Mencetak rekor juara NBA terbanyak yang bisa dilakukan oleh satu klub...
Demikianlah, kesuksesan akan selalu ditantang untuk lebih, lebih dan lebih, tidak ada kata finish untuk kesuksesan.

Karenanya, belajar dari kesuksesan walaupun sangat menyenangkan, tapi sebenarnya menyimpan bahaya yang seringkali menjebak orang.
Jika kita tidak berhati-hati, terlalu banyak belajar dari kesuksesan membuat kita menjadi pemimpi, tidak menginjak tanah, tidak bisa membayangkan kesulitan yang akan dihadapi, tidak tangguh.
Kita merasa 'sudah' sukses, tapi sebenarnya tidak ada hal yang betul-betul bisa dibanggakan.
Kadang kita hanya berani bermimpi tanpa pernah berani menjalankannya, tanpa berani merasakan perjuangannya...
Kita menjadi takut berjuang karena kuatir mimpi yang indah tersebut ternoda karena kegagalan. Kita tidak berani keluar dari mimpi kesuksesan.

Sebaliknya...

Kita belajar dari kegagalan untuk dapat menganalisa dan sekaligus memperbaiki kelemahan kita !
Dua kata inti ini menjadi persyaratan mutlak...
Tidak ada gunanya gagal kalau kita tidak bisa menganalisa alasan kegagalan tersebut.
Tidak ada gunanya menganalisa kalau kesimpulannya akhirnya adalah 'bukan kita yang salah', excuse terhadap ketidak mampuan kita mengantisipasi masalah.
Tidak ada gunanya menemukan hal yang bisa kita perbaiki dari diri kita, kalau kita tidak mau berjuang mengatasi kesakitan untuk mengubah diri, kembali ke titik nol.

Apalagi kalau kita tidak menemukan jawaban atas :
* Mulai dari mana ? --> Awalnya...
* Belajar dari siapa yang pernah dan akhirnya berhasil mengatasi masalah yang sejenis ? --> Pembimbing / mentor selama proses.
* Seperti apa hasil akhir yang kita inginkan jika seandainya kita dapat mengatasi masalah ini ? --> Goal / tujuan akhirnya.

So its a long and painfull way to learn from our mistakes, tapi justru perkembangan diri kita ditentukan oleh seberapa banyak kegagalan yang berhasil kita atasi (bukan sekedar 'sering' gagal.... a looser...).
Kita tidak berkembang terutama dari kesuksesan kita, kita berkembang dari kegagalan kita.

Setiap kali kita dipuji, setiap kali kita menyadari bahwa kita sudah mencapai kesuksesan tertentu, maka kesenangan yang kita dapatkan harus ditransformasi menjadi semangat untuk berkata :
Yes !! sekarang saya sudah berhasil...
Sekarang saya siap menerima kegagalan yang lain...
Mari, datanglah wahai sang kegagalan...
Ajarilah diriku hal-hal yang lain lagi...


Terima kasih Tuhan,
Engkau memberikan pengertian lebih dalam tentang makna dari kegagalan, sehingga saya dapat berdoa :

Datanglah oh kegagalan... berikan aku terus menerus kesempatan untuk berkembang.
Kuatkanlah aku selalu Ya Tuhan, bimbinglah agar perkembanganku berada di jalan-Mu.

amin.


-------------