Search This Blog

Wednesday, March 14, 2012

Renungan : Bekerja, Jual Diri atau Jual Ilmu ?

Berbicara dengan guru guru kehidupan membuahkan banyak gambaran tentang alur hidup.
Kristal atau inti sari dari kejadian2 yang kita alami, dari keputusan yang kita buat...
Kali ini pengertian saya tentang 'bekerja' bertambah gamblang...

Kesimpulan yang saya dapatkan dari diskusi hari ini adalah seperti berikut,

Dalam bekerja atau dalam kehidupan hanya ada 2 hal yang bisa kita 'jual',
entah kita menjual 'ilmu' atau menjual kemampuan kita, entah itu kemampuan berhitung, kemampuan public relation, kemampuan mengorganisasi, kemampuan fisik, kemampuan menyanyi, memainkan alat musik, dll.
Kita menjadi seorang yang 'spesialis' di bidang kita.

Atau kita bisa menjual 'diri' atau membuat orang mau membayar kita karena kita 'menyenangkan' / 'menuruti kemauan' customer, bos atau siapapun yang akan membayar kita.




Kita bisa berjumpa dengan orang-orang yang tekun, ahli di bidangnya, namun 'tidak bisa memasarkan' diri.
Orang-orang yang demikian berbahagia dengan karya-karyanya, dengan buah pikirannya.
Masalahnya, kebanyakan orang-orang seperti ini tidak kaya dalam materi...

Orang-orang yang menghasilkan karya besar, sulit kaya, karena kepuasannya terletak pada hasil karya itu sendiri.




Sebaliknya, banyak orang yang 'menjual diri', intisari duit bisa ngucur adalah kalau kita menyenangkan customer atau bos kita, dan itulah yang diambil oleh orang orang ini.

Jangan salah sangka dulu, tidak ada penghakiman disini :). Sorry kalau istilahnya rada kurang enak di hati.
Tapi orang-orang yang bisa menjual diri, biasanya akan sukses dalam hal materi.

Konotasi negatif sebenarnya muncul pada orang-orang yang 'hanya' bisa menjual diri.
Pandangan miring karena orang-orang ini tidak mengerti, tidak menikmati, tidak menjiwai hal yang ia jual.



Menjual ilmu 'saja' beresiko barang yang kita jual tidak bisa diterima dengan baik, walaupun berkualitas namun orang tidak punya keterikatan / keharusan membeli / mengikuti yang timbul dalam dirinya secara internal. Dibenci bos, dibenci customer menjadi resikonya.


Menjual diri 'saja' beresiko tidak langgeng, mudah ditiru, mudah tergantikan (udah kayak pacaran atau pernikahan aja nih hahahaha...). Beresiko dicibir ketika orang mengerti 'kualitas kita' yang sebenarnya.
Walaupun orang 'suka', bisa menerima kita, namun kita sulit memiliki 'kebanggaan', self esteem, kepuasan intrinsik dari dalam diri kita sendiri.
Selalu membutuhkan 'pengakuan' atau 'penerimaan' dari orang lain sebagai patokan kebanggaan dan kepuasan.



Kelemahan para penjual ilmu, adalah jika ia mengharapkan pengakuan, penghargaan.
Bos, customer yang walaupun membeli, mengakui, bahkan datang atau membeli kembali, namun mereka tetap tidak suka dan jarang yang akan memberikan pengakuan, pujian dan penghargaan.
Oleh karena itu jika anda adalah seorang penjual ilmu, penjual karya, buang jauh-jauh harapan akan pujian, pengakuan dll. Mungkin itu baru akan didapat anda setelah anda tidak berada di tempat itu, atau setelah anda mati :).




So seperti banyak hal di jaman sekarang, kata 'ATAU' perlu dibuang dari pertanyaan awal tadi :
'Jual Diri' atau 'Jual Ilmu'. Sebisa mungkin kita perlu menggunakan kata 'DAN'.



Bagaimana menghasilkan karya terbaik yang memuaskan diri kita, sesuai dengan keinginan hati kita, namun juga membuat orang lain disenangkan, dipuaskan, dibuat mengerti tanpa dilawan keinginannya.
Mungkin lebih gampangnya 'membuat orang merasa diikutin kemauannya, namun sebenarnya kita sedang memuaskan diri kita sendiri, mencari kesenangan untuk diri kita...
Kadang menuntut kita untuk bisa menghamba sehamba-hambanya namun disaat-saat tertentu bisa memutuskan diri untuk berhenti menjadi pelacur dan menunjukkan kesejatian diri kita tanpa membuat orang lain merasa tertipu, tersinggung atau tidak tercapai keinginannya.

Kelihatannya saya perlu berhenti disini,
karena sisanya adalah jatah 'seni', seni kehidupan, seni untuk menangkap dan menginterpretasikan sesuai dengan situasi kita dan kemampuan kita.
Its the art of living that we all must find our own style :).

----------------------------------------------------







No comments:

Post a Comment

Glad if you could give me a feedback :), cheers matey..