Search This Blog

Tuesday, August 24, 2010

Tips packing, menghindari Over Bagasi saat Diving

Hampir semua trip diving melibatkan perjalanan dengan pesawat udara...
Kadang kita perlu berganti-ganti maskapai karena jauh dan terpencilnya lokasi diving...
Seringkali kita meremehkan masalah packing, padahal...walaupun kelihatan sepele... tapi packing peralatan diving yang benar dapat menghemat biaya mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah... bahkan 'menyelamatkan' trip kita !

Ini dia masalahnya :
Packing yang benar akan membuat peralatan anda aman dan terlindungi, menghindari kepanikan saat ada peralatan yang hilang, rusak atau malfunction ketika anda sedang berada di trip yang panjang (LOB, trip lebih dari 3 hari, dll).

Kita perlu mensiasati agar tidak sampai over bagasi ketika check in di bandara (untuk Indonesia Timur, biaya over bagasi per kg kira-kira 25 - 50 ribu, tergantung tawar menawar. Yang jelas bisa jadi ongkos over bagasi mendekati ongkos ticketnya !! :D).

Dan berikut Tips-tips nya :
1. Tanyakan berat maksimum bagasi yang diijinkan ke maskapai penerbangan yang anda gunakan.
Ingat bahwa maskapai penerbangan bisa sangat 'jahat' ketika anda traveling ke Indonesia Timur (Mulai Makasar ke timur). Jangan kaget, jika biasanya anda tidak pernah memperdulikan over bagasi untuk jalur Jak - Sub - Dps, semacamnya, maka untuk Indonesia Timur, over bagasi akan sangat diperhatikan (1kg sekalipun !!).

Setahu saya Limit Bagasi :
Lion Air : 10 kg,
Express Air : 15 kg,
Merpati : 20kg.

2. Gunakan beberapa tas kabin. Saya memiliki satu kopor kabin ukuran sedang (cukup buat masuk kabin), dan 2 backpack (ransel) untuk pakaian, makanan, computer dll. Lebih baik saya bawa beberapa tas kabin daripada bawa 1 kopor bagasi yang besar dan jadi sasaran over bagasi !.

3. Packing barang2 diving yang besar ke dalam tas bagasi anda. Biasanya saya meletakkan Fin, BCD, Masker, wet suit, dan kalau masih muat, Regulator ke Bagasi. Jika tidak muat / mepet, maka regulator saya pindahkan ke tas kabin.

4. Teori menyusun barang dalam tas bagasi (tas diving) adalah item yang digunakan terakhir diletakkan di dasar / dimasukkan duluan. Jadi Fin, BCD biasanya diletakkan di bagian dasar. Anyhow, secara praktek saya akan meletakkan fin di dalam 'rangkulan' BCD, kalau ada fin cadangan saya letakkan di bagian bawah untuk melindungi BCD. Kalau ada wet suit, saya letakkan di belakang BCD supaya BCD tidak gampang robek / tembus. Regulator bisa diletakkan di dalam BCD dan dilindungi lagi dengan Wet suit / booties. Masker dll saya masukkan juga di dalam BCD.

update 9 Feb 2012
Berikut tips packing dari scuba.com :



Jika anda membawa pisau dan benda-benda tajam lainnya, WAJIB anda tempatkan di bagasi, kalau tidak mau digeledah dan merelakan pisau diving anda menjadi koleksi bandara, lumayan juga tuh 300 - 1jeti melayang....

ps : kalau waktu memungkinkan anda harus kembali ke meja check in untuk declare pisau atau barang2 lainnya sebagai barang berbahaya yang musti diserahkan dan dibawa oleh pilot. Anda declare barang, isi form, barang2 dimasukkan ke amplop, kemudian dititipkan ke sang pilot, anda pegang copy dari form tsb.

5. Wajib untuk menimbang tas bagasi anda !!, jika tidak ada timbangan barang, gunakan timbangan badan, anda menimbang badan + bagasi. Ingat sisakan beberapa ratus gram karena anda lebih baik anda gunakan jasa wrapping yang tersedia di beberapa bandara kota besar (setahu saya : Jakarta, Surabaya, Bali).
Wrapping ini bagi saya 'murah' dibandingkan harga alat2 diving saya. Biasanya biayanya 30 ribu rupiah per koli, membantu mencegah pencurian dan kerusakan alat2 diving.

6. Sisa barang bawaan dibagi-bagi ke 3 buah tas kabin / kopor kabin. Pengalaman saya, kopor bagasi yang biasanya muat ke pesawat boeing, ternyata tidak muat di pesawat-pesawat kecil. Tapi itu tidak mengapa, toh ketika anda sampai di pesawat dan kopor anda tidak muat, anda bisa 'menitipkan' kopor kabin anda ke pramugari yang ada dan biasanya dia akan memasukkannya ke bagasi.
(So... inilah cara memasukkan tas ke bagasi tanpa kena overbagasi ! hahahaha...).
Yang jelas sangat kecil kemungkinan anda disuruh kembali melaporkan 'bagasi tambahan' ini ke petugas check in. Biasanya anda akan diberikan tanda terima bagasi manual yang ditulis di atas secarik kertas karton, satu bagian diikatkan ke kopor kabin (yang sekarang menjadi bagasi) dan satu bagian untuk anda pegang.

7. Jika anda memakai maskapai Air Asia, ada beberapa trick :
* Anda disarankan melakukan packing untuk barang yang akan ditaruh di bagasi, 2 atau 3 hari sebelum tanggal keberangkatan. Kemudian timbang bagasinya, ingat sisakan beberapa ratus gram kalau-kalau ada selisih timbangan dengan bandara.
* Setelah barang yang dipacking siap, 1 hari sebelum tanggal keberangkatan, lakukan booking bagasi entah lewat internet atau lewat telepon ke Air Asia. Ingat selalu bahwa memesan quota bagasi saat anda tiba di bandara bisa 2x lipat lebih mahal dibanding pesan lewat internet / telepon.
* Jika anda mencoba teknik 'memperbanyak barang kabin', hati-hati karena maskapai yang satu ini sangat ketat, apalagi jika anda ke luar negeri, tiap negara, bahkan tiap shift check in bisa memiliki kebijakan yang berbeda. Misalnya anda 'berhasil' membawa 2 kopor / ransel masuk kedalam kabin di Jakarta (standard Air Asia adalah 1 kopor kabin, 1 hand bag dan 1 kantong) bisa-bisa di bandara negara lain kopor / ransel yang sama ditolak dan salah satu kopor atau ransel harus masuk ke bagasi. Dan tentu saja biaya jadi lebih mahal dibanding jika anda memesan quota bagasi jauh jauh hari.


There... selamatlah anda dari biaya overbagasi, kerusakan dan kehilangan barang....
selamat divinggg.... :D

1 comment:

  1. Tips nimbang badan+kopernya sangat membantu mas! Terima kasih.

    ReplyDelete

Glad if you could give me a feedback :), cheers matey..