Search This Blog

Loading...

Friday, December 24, 2010

Konsep dan Pemakaian Dive Table (Dive Table, Concept and Application)


Sebagai persyaratan untuk mendapatkan sertfikat Open Water Diver (A1 untuk POSSI/CMAS), Dive Table adalah salah satu materi yang akan wajib dikuasai.
Sayangnya tidak banyak Instruktur Selam / Dive Master yang mengharuskan anda untuk benar-benar memahami dan mengharuskan penerapan Dive Table, baik dalam dive planning maupun selama berada di trip penyelaman.
Padahal, dengan mengerti konsep dan cara pemakaian dive table, sebenarnya anda dapat memperkecil resiko terjadinya DCS (Decompression Sickness / DCI = Decompression Illness) pada diri anda.

Salah satu alasan utama Dive Table kurang diminati adalah keberadaan Dive Computer yang semakin terjangkau harganya dan semakin lengkap featurenya. Namun walaupun anda sudah memiliki Dive comp, saya akan sangat menganjurkan anda untuk juga mendalami konsep Dive Table yang sebenarnya adalah inti dari Dive Comp itu sendiri.
Alasan lain adalah karena perhitungan Dive Table dianggap sangat 'matematis' dan 'teknis', yang kebanyakan orang 'lebih baik menghindar' daripada meluangkan waktu untuk mempelajarinya...

Mohon jangan patah semangat dahulu :D, karena sebenarnya Dive Table sangat amat mudah dipahami dan sangat berguna sekali lagi untuk menjaga keselamatan diri anda, para penyelam.
Selain untuk melakukan dive planning (normal) pemahaman Dive Table akan sangat berguna dalam situasi emergency dimana anda tidak dapat menggunakan dive computer (jatuh ke air, hilang, mati, error dll).

Mari kita mulai.... :D.
Jika anda ingin bertanya silahkan mengirim email, atau anda dapat mengisi kolom comment dibawah thread ini.


Bagaiamana memperoleh Dive Table ?
Ada banyak sekali dive table yang dijual di dive center dan anda juga dapat men-download sendiri dari internet, beberapa contoh dan link-nya ada dibawah ini :
Contoh dive table yang disediakan oleh organisasi selam :
SSI dive table. (German version).


Namun sebenarnya semua organisasi penyelaman (PADI, SSI, NAUI, NOAA, US Navy dll) menggunakan dasar table yang sama yakni : tabel Bulhmann.
(Klik link diatas jika anda ingin mempelajari lebih dalam tentang tabel Bulhmann (0-700m altitude)).

Beberapa produsen Dive Comp juga sudah menggunakan metode perhitungan RGBM (Reduced Gradient Buble Model) yang lebih presisi namun juga adalah pengembangan dari tabel Bulhmann.


Jika kita ingin kembali ke konsep awal, pertanyaan mendasarnya adalah... :


Apakah Dive Table itu ?
Dive table adalah tabel yang menghitung sisa nitrogen yang ada dalam tubuh anda pada saat dan setelah anda melakukan penyelaman.
Perhitungan sisa nitrogen tidak disajikan dalam satuan ppm (parts per million) namun dalam satuan menit.
(Berapa menit sisa nitrogen dari penyelaman sebelumnya, seolah-olah anda sudah dive selama sekian menit [walaupun anda baru saja descend]). Sisa nitrogen dalam satuan menit ini (RNT=Residual Nitrogen Time) harus diperhitungkan kedalam perhitungan TBT (Total Bottom Time) pada dive berikutnya.

Dengan mengetahui sisa nitrogen dalam tubuh anda, anda dapat menghindari decompression dive (atau 'terkena deco', istilah yang umum dipakai) dan juga menyesuaikan diri dengan pengalaman selam anda.
Misalnya new diver yang masih belum terbiasa dengan kadar Nitrogen yang tinggi dalam tubuh, akan mudah merasa mual, pusing setelah diving, hindari menyelam terlalu dalam atau terlalu lama (Pressure Group tinggi).

Namun perlu selalu diingat bahwa perhitungan yang dilakukan oleh Dive Table (maupun dive comp sekalipun) sifatnya adalah perkiraan atau perhitungan berdasarkan percobaan empiris yang telah dilakukan sebelumnya. Tiap orang memiliki struktur fisiologis dan karakter yang berbeda baik penyerapan, pelepasan maupun reaksi terhadap nitrogen.
Tubuh yang tidak terbiasa terekspose dengan kadar Nitrogen yang tinggi (ie Non Diver) akan lebih rentan terkena Decompression Sickness walaupun sudah melakukan penyelaman dalam batas aman (Non Deco Dive).



Bagian-bagian dari Dive Table :

Dive Table selalu terdiri dari (minimal) 2 macam tabel, 
Table 1 : No Decompression dan Group Designation Table.
(Sering kali tidak memiliki nama yang jelas).
Tabel ini bertujuan untuk :

1. Merencanakan penyelaman, berapa lama di kedalaman tertentu anda bisa menyelam tanpa harus melakukan decompression stop (lihat definisi NDL dibawah untuk penjelasan tentang decompression stop).
Misalnya Diagram A : Table 1 : Seorang penyelam dapat menyelam di kedalaman 12m selama 130menit tanpa perlu melakukan deco stop. Atau 24m selama 30menit, dst....
Note : Seorang penyelam selalu dianjurkan untuk melakukan Non Decompression Dive, penyelaman tanpa perlu melakukan deco stop untuk meminimalkan resiko terjadinya DCS.
Jika anda memang sengaja akan melakukan 'penyelaman deco', maka anda bisa menggunakan Dive Table yang memiliki informasi berapa lama (dan di kedalaman berapa) anda harus 'membayar' pinalty deco tersebut. 
Diagram A1 : Buhlmann Table with
'Decompression pinalty'


Diagram A1 disamping adalah sepotong tabel Buhlmann yang menunjukkan berapa lama (dan di kedalaman berapa) seorang penyelam harus melakukan decompression stop(s).

Misalkan anda berencana menyelam sedalam 30m selama 25 menit (penyelaman deco), maka anda WAJIB melakukan deco stop di 3m selama 5 menit.

Jika anda berada di kedalaman 30m selama 40 menit, maka anda WAJIB melakukan 2 deco stop, di 8m selama 5 menit dan kemudian di 3m selama 17menit.
Dengan demikian anda dapat pula merencanakan pada sisa tangki berapa (pada tekanan berapa bar) anda harus mulai ascend.

Note : Jika anda ingin memperkirakan air consumption rate (konsumsi udara) anda, cobalah search kata kunci diatas di internet.
Intinya : DACR (Depth Air Consumption Rate) = SACR (Surface Air Consumption Rate) x Ambient Pressure at Depth.





















2. Menghitung berapa banyak nitrogen (nitrogen loading) yang terakumulasi dalam tubuh anda selama penyelaman yang dinyatakan dengan peningkatan Pressure Group (PG).
Misalnya Diagram A : Table 1 dibawah ini :
* Seorang penyelam menyelam di kedalaman 12m selama 60menit maka PG setelah penyelaman adalah 'G' (bulatkan keatas).
* Seorang penyelam menyelam di kedalaman 25m selama 20 menit maka PF setelah penyelaman adalah 'F' (bulatkan kedalaman ke atas, lebih safe).
Pressure Group ini adalah 'Group Designation' anda, seorang diver digolong-golongkan dalam group-group tergantung banyaknya nitrogen yang terakumulasi dalam tubuh.
Semakin 'tinggi' abjad nya semakin banyak nitrogen dalam tubuh....
Jika PG anda adalah 'G' artinya : "anda memiliki kadar nitrogen seperti penyelam di group 'G'".
Catatan : Pada penyelaman pertama, anda dianggap tidak memiliki pressure group, No PG = tidak ada sisa nitrogen dalam tubuh.
Yang dimaksud dengan penyelaman pertama bukan penyelaman pertama pada hari itu, tapi penyelaman pertama dalam trip tersebut.


Contoh sebuah dive table :
Diagram A : Table 1 : No Decompression and Group Designation Table.

Dengan data PG yang didapat dari table 1, anda dapat pindah ke Table 2 dibawah ini.



Table 2 : Surface Interval Time (SIT) Table.
Tabel ini bertujuan untuk menghitung pelepasan nitrogen (nitrogen unloading) yang terjadi selama surface interfal. Istirahat setelah penyelaman (surface interval) memberikan kesempatan nitrogen dilepaskan oleh tubuh anda. Berkurangnya nitrogen membuat PG anda juga akan berkurang dan perhitungannya dinyatakan dalam tabel 2 berikut ini :

Diagram B : Table 2 : Surface Interval Time (SIT) Table.

Secara sederhana, jika PG terakhir anda setelah penyelaman adalah 'G', maka jika anda beristirahat selama 1 jam PG anda turun menjadi 'F'. Jika anda beristirahat selama 2 jam maka PG anda turun menjadi 'D'.
Bagaimana mendapatkannya ? lihat lajur paling atas, cari huruf 'G', kemudian ikuti anak panah kebawah, dan cari kolom yang sesuai dengan lama surface interval anda, kemudian lihat ke bawah, dan baca huruf pada kolom tersebut.
Jika PG terakhir anda setelah penyelaman adalah 'F', maka jika anda beristirahat selama 2jam 30 menit sebelum penyelaman berikutnya, maka PG anda setelah beristirahat (atau tepat sebelum penyelaman berikutnya) adalah 'C'.

Catatan : perhatikan bagaimana PG digunakan sebagai 'penghubung' antar tabel.


Kadang, anda juga akan menemukan model table 2 yang juga menunjukkan berapa lama anda harus melakukan surface interval agar dapat terbang (no fly interval) dan berapa lama kemudian baru sisa nitrogen di tubuh anda habis seluruhnya.
Contohnya adalah table Bulhmann dibawah ini :
Diagram C : Table 2 : Surface Interval Time (SIT) Table with No Fly Interval and Complete Desaturation Interval


Note : Anda tidak bisa mengkombinasikan PG / Group Designation dari table organisasi penyelaman yang berbeda. Misalnya anda tidak bisa menggunakan Tabel 1 dari SSI dan Tabel 2 dari Bulhmann, dst.

Diagram C : Table 2. "0" artinya waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan seluruh sisa nitrogen dalam tubuh (satuan : Jam) (Complete Desaturation Interval). Misalnya PG anda setelah penyelaman terakhir adalah 'F', maka anda butuh 4 jam istirahat baru kemudian diperbolehkan terbang, dan anda membutuhkan 4 jam lagi (total 8 jam) agar sisa nitrogen bersih dari tubuh anda.

Note : Organisasi penyelaman besar seperti PADI dan SSI mengeluarkan aturan berbeda. Misalnya PADI akan mengharuskan 12hrs no fly untuk single dive dan 18hrs no fly untuk repetitive dive (repetitive dive = anda menyelam lagi sebelum seluruh sisa nitrogen habis dari tubuh anda, contohnya jika anda berada dalam safari dive selama 4 hari dengan 3 dive per hari. Dive ke 2 dan ke 3 dalam hari yang sama adalah repetitive dive).
Note : Sekarang PADI dan SSI menganut 24 hours no fly baik untuk single maupun repetitive dive... semakin conservative :).

Kemudian, karena safety reason, hampir semua dive table yang beredar sekarang tidak mencantumkan lagi No Fly dan Complete Desaturation Interval. 12 / 18 hrs no fly dijadikan ketentuan baku atau anda bisa menggunakan Dive Comp anda untuk melihat jatah waktu No Fly anda.



Table 3 : Residual Nitrogen Time (RNT) Table.
Tabel ini bertujuan untuk :
1. Menunjukkan berapa banyak sisa nitrogen (RNT) yang masih ada dalam tubuh kita (setelah surface interval). Satuannya adalah menit.
2. Sama seperti Tabel 1, untuk merencanakan penyelaman berikutnya dengan mempertimbangkan bahwa sisa Nitrogen (RNT) akan membuat anda pada penyelaman berikutnya (seolah-olah) sudah menyelam selama X menit tersebut walaupun anda baru saja turun (descent).

Catatan : Kadang Tabel 2 (Surface Interval) digabungkan dengan Tabel 1 sehingga total anda seolah-olah hanya memiliki 2 tabel saja yaitu No Deco + SI dan RN Table saja.
Namun pada pokoknya Dive Table selalu memberikan 3 informasi : No Decompression Limit + PG, Surface Interval dan Residual Nitrogen Time

Berikut adalah contoh RNT Table :
Diagram D : Table 3 : Residual Nitrogen Time (RNT) Table
Jika PG anda setelah beristirahat (didapatkan dari Tabel 2) adalah 'D' maka untuk penyelaman berikutnya :
* Jika anda hanya akan menyelam dikedalaman 9m saja maka RNT anda adalah 54 menit dan anda bisa menyelam tanpa takut terkena deco (N/L = No Limit).
* Jika anda menyelam hingga kedalaman 15m maka RNT adalah 29 menit dan di penyelaman berikut ini anda hanya bisa menyelam maksimum selama 41 menit sebelum masuk ke penyelaman deco (Decompression Dive).

Note :
Untuk mengetahui waktu maksimum no deco anda juga bisa membawa RNT 29 menit tersebut ke Tabel 1 (lihat Diagram A : Table 1). Waktu maksimum untuk penyelaman no deco di kedalaman 15m adalah 70menit, sehingga jika RNT = 29 menit, maka maksimum penyelaman no deco di kedalaman 15m adalah 70-29 = 41menit. Anda mendapatkan hasil perhitungan yang sama !!.
Disini anda lihat bahwa dengan membaca Table 3 diatas, sebenarnya anda sudah 'kembali lagi' ke Tabel 1.




Actual Bottom Time
 (ABT) adalah lama waktu (menit) anda berada di kedalaman tertentu. Sedangkan RNT adalah sisa nitrogen (dalam satuan menit) yang membuat (seolah-olah) anda sudah menyelam di kedalaman tersebut selama X menit). Sehingga dalam perhitungan kadar nitrogen, anda dianggap telah melakukan diving selama TBT menit (ABT dan RNT).





Menghitung Total Bottom Time (TBT)
Diver biasanya menganggap perhitungan RNT dan TBT sebagai hal yang paling sulit dimengerti dalam mempelajari Dive Table.
Semoga setelah membaca penjelasan saya, anda tidak menjumpai kesulitan yang sama... :D.
Seringkali seorang penyelam lupa bagaimana cara menggunakan Dive Table, namun jika anda sering berlatih dan benar-benar menggunakan Dive Table dalam penyelaman, pastilah anda tidak akan kesulitan mengerti konsep dan aplikasi Dive Table.



Perhitungan TBT :


TBT = ABT + RNT

Rumus atau konsep diatas tidak akan sulit dimengerti jika anda mengerti konsep RNT.
Rumus diatas dapat dibaca seperti ini :
"Total Nitrogen yang ada dalam tubuh anda (TBT) adalah Nitrogen yang anda dapat dari penyelaman sekarang (ABT) ditambah lagi dengan Sisa Nitrogen yang anda dapat dari penyelaman sebelumnya (RNT)".
Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, sisa nitrogen ini ditulis dalam satuan 'menit', lama waktu penyelaman.

Anda bisa membayangkan jika anda punya '20 menit' Nitrogen dari penyelaman sebelumnya (RNT), dan anda menyelam selama '30 menit' (ABT) maka walaupun sesungguhnya anda baru menyelam selama 30 menit, maka seolah-olah anda sudah menyelam selama 30+20 = 50 Menit (TBT).




Jika menyambung dari contoh kasus sejak dari Table 1 diatas tadi :
Jika setelah Surface Interval yang menghasilkan PG 'D' diatas anda berencana menyelam di kedalaman 15m selama 30 menit maka TBT anda nantinya adalah 30 (ABT) + 29 (RNT) = 59 menit sehingga dengan melihat tabel 1, PG anda nanti setelah penyelaman adalah 'H' (pembulatan keatas).
Penyelaman tersebut adalah penyelaman Non Dekompresi (Non Decompression Dive).
Jika anda menyelam lebih dari 41 menit (ABT) maka anda akan melakukan penyelaman dekompresi (Decompression Dive) yang mengharuskan anda melakukan Decompression Stop.





Istilah-istilah dalam Dive Table :
Pressure Group (PG) atau juga sering dinamakan Repetitive Group atau Group Designation, adalah penggolongan sisa nitrogen dalam tubuh anda. Biasanya dinyatakan dalam alphabet (A, B, C dst), semakin 'tinggi' alphabet nya (semakin menuju ke Z) semakin banyak nitrogen yang ada dalam tubuh.
PG juga digunakan sebagai penghubung antar table. Jika anda berpindah dari tabel 1 ke tabel 2 atau dari tabel 2 kembali ke tabel 1, PG lah yang akan menjadi penghubungnya.

Bottom Time (BT) sebenarnya adalah lama waktu anda berada di kedalaman maksimum (Bottom).
Istilah ini sedikit memancing perdebatan, kebanyakan diver akan mengatakan bahwa Bottom Time adalah waktu antara mulai descend hingga anda mulai ascend dari kedalaman maksimum.
Pendekatan ini dianggap lebih aman, karena ketika anda mulai descend, anda sudah dianggap berada di Max Depth. Namun bisa bermasalah jika dive profile anda tidak berupa 'kotak', multi level diving ketika descend.

Dive Time adalah total waktu mulai descend hingga ascend = Bottom Time + waktu untuk ascend + Deco Stop (jika ada) + Safety stop.

No Decompression Limit (NDL) adalah waktu penyelaman (dalam satuan menit) di kedalaman tertentu dimana seorang penyelam tidak perlu melakukan (mandatory) decompression stop.
Penyelam selalu dianjurkan untuk melakukan non decompression dive (penyelaman tanpa perlu melakukan decompression stop) untuk meminimalkan resiko DCS.
catatan : beberapa organisasi selam mengharuskan seorang penyelam melakukan safety stop (biasanya minimum 3 menit di kedalaman 5m) pada setiap penyelaman, namun sebenarnya safety stop tersebut sifatnya adalah recommended bukan mandatory.
Catatan : Dive comp juga akan menganggap safety stop sebagai 'recommended' bukan 'mandatory'. Artinya safety stop boleh tidak dilakukan. Decompression stop dan quick ascend lah yang akan menimbulkan 'penalty' berupa mandatory safety stop tersebut.
PADI hanya mewajibkan safety stop pada setiap deep dive (lebih dari 30m, sekarang menjadi lebih dari 18m).
Lepas dari wajib atau tidak, selalu lebih nyaman dan lebih baik untuk melakukan safety stop yang lama di setiap penyelaman anda sambil menikmati shallow water corral :).
Paling banter yang sebel adalah tukang perahu atau buddy anda....

Residual Nitrogen Time (RNT) adalah sisa nitrogen dalam tubuh kita (dinyatakan dalam satuan menit).
Ketika diaplikasikan lagi ke tabel 1 seolah-olah kita sudah menyelam selama X menit tersebut.
Dalam kasus penyelaman tanpa decompresi (Non Decompression Dive), otomatis jika kita memiliki sisa RNT maka Bottom Time kita pada penyelaman berikutnya akan menjadi lebih singkat.





Contoh Soal Penggunaan Dive Table dan Perhitungannya :


Diagram E1 : Table 1 : Padi Dive Table (Metric).























Diagram E2 : Table 2 : Padi Surface Interval Time Table (Metric).


Anda merencanakan Wreck Dive di Anker Wreck (Anchor Wreck) Menjangan, Bali Barat, dimana wrecknya berada di kedalaman 30-40m.
* Berapa maksimum NDL (No Decompression Limit) pada penyelaman tersebut ? 
Jawaban : 
8 menit di kedalaman 40m.

* Jika anda berencana menyelam hingga 15menit di 40m, berapa lama surface interval agar anda kembali ke Pressure Group 'B' ?
Jawaban : 
Sedikit Tricky, karena tabel E1 PADI diatas dengan SENGAJA tidak mencantumkan menit ke 10 dst di kedalaman 40m. Maka dengan perkiraan saja bahwa 1 m menambah 1 pressure group maka setelah 15menit anda akan berada di sekitar PG M sampai O. Saya akan ambil amannya, 'O', maka butuh kira-kira 2.5 jam untuk mengembalikan PG anda ke 'B'.

* Jika setelah penyelaman selama 15 menit di 40m diatas dan berisirahat selama 2.5 jam hingga PG anda kembali menjadi 'B', anda ingin melakukan penyelaman kedua di Pos 1 Menjangan di kedalaman 15m saja (shallower depth), selama 40 menit, berapa sisa RNT dalam tubuh anda sebelum penyelaman kedua dan apa PG anda setelah penyelaman kedua tersebut ? Berapa maks NDL pada penyelaman kedua ?
Jawaban :
- Maks NDL untuk pressure group B di kedalaman 15m (bulatkan ke 16m) adalah 59menit, dengan sisa RNT sebelum penyelaman kedua sebesar 13menit.
- PG setelah penyelaman 40 menit di kedalaman 15m adalah :
ABT = 40 menit, RNT = 13 menit maka TBT = 53 menit, menggunakan Tabel 1 (Diagram E1) 15m (bulatkan ke 16m) selama 53 menit, pressure group setelah penyelaman kedua adalah 'R'.

* Anda berisirahat lagi selama 2 jam kemudian anda akan melakukan sunset dive di Mandarin City di kedalaman maks 10m. Apa PG setelah Surface Interval ? berapa RNT dan NDL di penyelaman ke 3 ?
Jawaban :
PG setelah penyelaman kedua = R, istirahat 2 jam, PG menjadi B (lihat diagram E1).
RNT di 10.5m (lihat diagram E2) untuk PG 'B' adalah 20menit dengan 199 menit NDL.
(Artinya anda sebenarnya diperbolehkan menyelam selama yang anda mampu di penyelaman ke 3 asalkan kedalaman anda tidak lebih dari 10.5m. Biasanya menyelam 1.5 jam (90 menit) saja sudah sangat menggigil, apalagi nite dive....)



Demikian gambaran penggunaan dive table.
Jika anda memiliki pertanyaan, kritik dan saran, mohon menuliskannya di bagian 'comments' di bawah thread ini.
Saya harap dengan lebih menjiwai dive table anda memiliki 'feeling' untuk merencanakan penyelaman.
Misalnya : Berapa lama anda perlu melakukan surface interval untuk penyelaman berikut ? Berapa dalam anda boleh menyelam selama 30 menit tanpa terkena deco ? dst.
Memiliki feeling seperti ini di kepala anda akan sangat membantu anda dalam menggunakan Dive Comp.

Selamat berlatih..... :).



-----------------------------

2 comments:

  1. thanks penjelasannya Om.. udah bbrp tahu stop diving, rencana mo mulai lagi dan mulai ingat2 teorinya lagi.. artikel ini sangat membantu

    ReplyDelete

Glad if you could give me a feedback :), cheers matey..