Search This Blog

Friday, November 8, 2013

Trip Report, Gunung Bromo & Madakaripura, 20 Oktober 2013

Selingan... daripada terus menerus ke pantai... sekali sekali ke gunung... tapi teteppp aja mainannya ya... AIR... hehehe... so trip ini, menceritakan perjalanan ke Gn Bromo dan Madakaripura,
dua tujuan wisata yang sudah umum sebenarnya dan tidak sulit mencari informasi tentang dua lokasi ini di internet.

Berangkat dari Malang, jam 3 subuh, seharusnya kita berangkat jam 1an kalau mau ngejar sun rise.... jadi karena kita telat berangkat, sampai di parkiran ds.Sukapura sudah jam 4:30. Terlalu 'siang' kalau mau jalan ke Penanjakan 1, lokasi yang dianggap terbaik kalau mau memfoto Gn Bromo dan Sun Rise.


Sebelumnya, biar lebih mudah membayangkan nama lokasi dll, berikut beberapa peta yang saya dapatkan di internet...






















Paling tidak ada 3 rute yang bisa diambil, pertama lewat jalur selatan, Malang - Tumpang - Ngadas.
Jalur ini bisa juga dipakai untuk pergi ke ranu pane.
See report here :

Tapi kelihatannya dari sini kita tidak bisa masuk ke lautan pasir gn. Bromo. Ada kekuatiran jalurnya ditutup.

Jalur kedua adalah lewat Purwodadi - Nongkojajar, jalur ini akan bertemu (bersambung) dengan jalur ketiga lewat Pasuruan - Tosari di Wonokitri (lihat peta paling atas). Jalur ini paling baik untuk bisa pergi ke lokasi penantian sun rise : Penanjakan 1.

Jalur keempat adalah jalur paling umum dilewati, dan paling lebar jalannya, yaitu Tongas (Probolinggo) - Sukapura. Dari jalur ini kita bisa pergi ke lokasi penantian : Penanjakan 2.
Dari jalur ini juga kita bisa belok ke air terjun Madakaripura.

Setahu saya, gak ada jalan tembus yang bisa diandalkan dari Wonokitri (jalur 2 atau 3) dan Sukapura (jalur 4). Kalau mau menyeberang, entah anda harus kembali ke bawah ke jalur Pasuruan - Probolinggo, entah anda sewa jeep dan lewat lautan pasir.
Di Google Map saya lihat ada jalur tembus dari Wonokitri ke Sukapura dan sebaliknya, tapi saya gak yakin benar benar bisa dilewati oleh mobil atau motor. Need to confirm this one...



Ok, so rutenya sudah dijelaskan, sekarang cerita perjalannya...
Kita pakai 2 mobil dari Malang, lewat Pasuruan dan Tongas, baru kemudian naik ke Sukapura.
Di Sukapura kita parkir mobil di salah satu parkiran desa yang sudah highly commercialized.
Artinya banyak orang yang akan mencoba menghentikan mobil kita suruh kita parkir disana. Lokasi seperti ini banyak tersebar dimana mana.
Di lokasi parkir sudah menunggu mobil jeep untuk mengantar kita ke lokasi sunrise.

Harga disana yang mati matian gak mau ditawar : Dari Parkiran ke lokasi Penanjakan 1 (harus menyeberang lautan pasir). kemudian ke Kawah Gunung Bromo dan kembali ke parkiran lagi dihargai 700ribu.
Kalau 1 lokasi saja, misalnya ke Penanjakan 1 saja atau ke Gunung Bromo saja dihargai 500ribu.

Karena waktu tidak memungkinkan kita akhirnya minta diantar ke Penanjakan 2 dan Kawah, karena 2 lokasi, harganya tetap 700ribu.
Kelihatannya untuk tawar menawar perlu kenal dengan orang yang mengerti harga disini.
Satu mobil jeep bisa dimuatin 5 orang, tapi saya melihat ada juga mobil yang dimuatin sampai banyak orang (bak terbuka). Mungkin batasan ini diberikan supaya 'bagi bagi rejeki' dengan sesama pemilik mobil jeep.


So off we go to Penanjakan 2.
Dari lokasi parkiran kira kira 45menit an. kita sampai di parkir mobil Penanjakan 2.
Ternyata eh ternyata, mobil pribadi sekalipun sebenarnya boleh naik hingga parkiran Penanjakan 2. Jadi gak perlu pakai Jeep.
Saya gak tau apa ada karcis masuk nya untuk mobil pribadi (harusnya ada), tapi pasti jauh lebih murah dibanding naik Jeep sewaan.

Satu hal, lokasi Penanjakan 2 ini sangat dekat dengan hotel Lava View, hotel yang paling tinggi lokasinya di gunung Bromo. Selain itu juga ada hotel Cemara Indah, hotel lama.
Kalau kita menginap di Lava View, parkir saja mobil disana dan jalan kaki ke penanjakan 2, mungkin cuman maksimal 1km saja.

So next time, saya akan begitu deh hehehe...

Sampai di lokasi parkiran Penanjakan 2, sudah banyak ojek yang menanti, mengantarkan kita dari Parkiran ke penanjakan 2. kita bisa jalan kaki saja, gak jauh, paling 150m saja, atau kita bisa bawa motor sendiri kok naik sampai puncak penanjakan 2.
Saya lihat ada banyak orang naikin motornya kesini.

Nunggu sebentar, kira kira jam 5:30an langit mulai berwarna orange menandakan matahari sudah akan terbit. Ambil tripod, siap2 foto deh... berikut beberapa hasilnya...



































Dari Penanjakan 2, kalau kita melihat ke timur, kita melihat matahari terbit. Namun kalau melihat ke barat kita bisa melihat gunung Batok dan kawah gunung bromo bersamaan.






Benda bersinar di pojok kanan atas itu bukan Matahari, tapi Bulan !, photo diambil jam 5:30 an, terlihat di lautan pasir banyak sinar lampu mobil jeep yang mengantar pengunjung dari ke tempat parkir sebelum naik ke Kawah gunung Bromo.
Tempat parkir kawah ini lokasinya dekat dengan pura dekat gunung batok.


Kemudian ini adalah foto sisi timur ketika jam menunjukkan pukul 6:30 an. Matahari sudah agak tinggi, walaupun masih berada dibawah kabut.




































Pak Santoso, bereksperimen mengambil foto matahari....


Di lokasi Penanjakan 2 ini juga banyak penjual minuman dan makanan hangat, mie instant, kopi, teh, pisang goreng hangat dll.
Dari Penanjakan 2 kami berangkat ke parkiran kawah gunung Bromo, mengambil beberapa foto dengan background kawah dan gunung Batok, disini juga ada WC umum, tapi antriannya alamakk... hehehehe...
Semua mobil jeep dari entry point manapun akan parkir disini.

Dari parkiran kawah gunung Bromo kami balik ke parkiran ds. Sukapura. istirahat sejenak, bayar parkiran Rp. 5.000. dan balik ke arah jalan Raya Tongas untuk kemudian belok ke arah air terjun Madakaripura.


Dari jalan raya Sukapura-Tongas ini kira kira kita perlu mengemudi 15an km hingga kita sampai di parkiran ke Air Terjun Madakaripura.
Sudah sambil ngantuk ngantuk tuh nyetirnya hahaha gak tidur semaleman soalnya...
Jam 10 an kami sampai di parkiran, langsung diarahkan oleh tukang parkir. Sepeda motor pun bisa masuk sampai parkiran.
Banyak warung, penjualn souvenir dll disana, jangan kuatir kelaparan atau kehausan...

Untuk informasi, parkir sepeda motor anda diminta bayar Rp. 5.000, sedang untuk mobil Rp. 10.000 walaupun penjaga disana sih ngomongnya, "bayar sesukanya", tapi kalau ditanya biasanya berapa ? ya angka diatas yang disebutkan.
Ini memang sedikit dipaksa, karena motor dan mobil anda akan dicuci oleh para penjaga parkir ini, kebanyakan ya anak muda desa setempat.

Masih belum selesai, sekarang anda akan berjalan kurang lebih 2-3km untuk mencapai lokasi Air Terjun.
Jalan setapak yang dibuat oleh pemda sudah rontok di banyak tempat sehingga anda beberapa kali harus turun ke sungai.


Di parkiran sudah ada beberapa tenaga 'pengantar' yang akan mengantarkan anda hingga ke lokasi air terjun, biaya sekitar 50-100 rb rupiah tergantung nego nya.
Kalau mau menolak, tolak sekarang, kalau ada satu atau dua atau lima orang yang mengantarkan, maka mau gak mau anda harus bayar mereka walaupun tidak ada perjanjian sebelumnya.
So.. hati hati dengan yang ini. Kalau ada gelagat gak enak dan anda tidak suka, tolak lah di depan.

Namun saya juga menganjurkan bagi yang kurang mahir berjalan di bebatuan, sedikit mendaki tebing dll, lebih baik minta bantuan pengantar ini. Mereka akan menggandeng dan memegang anda supaya tidak jatuh ketika menyeberangi sungai, naik ke pematang, tebing dst.
Memang 'cara minta' nya agak kurang etis, maklumlah orang desa... tapi saya merasa pelayanan mereka sangat baik, mereka mengerti dimana harus berdiri, kapan harus membantu dan menunjukkan step step yang harus diinjak. Saya merasa pelayanan mereka baik.


























Para pengantar kami, kuat ya gak pakai sandal :D. Mereka juga dengan senang hati membawakan tas, tongkat, kamera, apapun yang kita merasa berat membawanya.
Pengantar kami yang kanan, baju hijau itu matanya buta sebelah, namun gerakan dan semangatnya sangat gesit.
Saya akan menganjurkan anda kalau berkunjung, carilah dia, guide yang matanya buta sebelah....


Sepanjang perjalanan banyak warung warung, jadi gak usah kuatir, dan jelas, jangan lupa bawa uang cash... harga teh cuman 500 satu gelas, dengan Es cuman 1000. Tapi musti ditawar yang jelas dari awal ya... kalau anda terlihat sedikit borju, harga bisa berbeda :D.

masih ada 2 lagi penjaja jasa disini.
Air terjun Madakaripura sebenarnya bukan cuman 1 air terjun saja tapi merupakan rentetan air terjun memanjang sepanjang 150-200 meter (kayak Niagara gitu, tapi debit air nya kecil, dan ketinggian air terjunya juga tidak setinggi itu...).
Nah, tepat sebelum masuk ke rentetan air terjun, ada jasa penitipan barang... hehehe...
Dan bisa dipastikan anda akan basah... Jadi buat yang bawa tas, bawa peralatan yang bisa rusak kalau kena air, dan baru nyadar kalau pasti akan basah, males buat balik ke motor lagi (jalan 2km balik), ya silahkan menggunakan jasa penitipan barang ini.

Buat yang gak mau basah, juga ada penyedia jasa persewaan payung dan jas hujan.
Payung dan Jas Hujan disewakan antara 5.000 sampai 10.000 rupiah. Anda juga bisa membeli seharga 15.000 rupiah. Jas Hujan handmade buatan lokal :D.
Saya sih sarankan anda sewa saja, kalau memang tidak berniat membawa pulang...

Berikut foto2 selama perjalanan dari parkiran ke air terjun Madakaripura.




Pak Santoso dan Pak Handi, diskusi fotografi :D.
Object nya ya kebetulan saya sendiri hahahaha.... dan berikut ini hasil fotonya....

























Beberapa saat dari situ, kita mulai tiba di ujung awal air terjun Madakaripura. Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, air terjun Madakaripura memanjang sepanjang 150-200m, bagian awalnya membentuk seperti bulan sabit, betul2 object yang indah untuk difoto... saya akan menyarankan anda membawa lensa fish eye untuk mendapatkan efek lengkung yang menawan...

Lengkungan tebing air terjun Madakaripura.





































Dan di ujung lengkungan tebing ini terdapat satu air terjun yang besar dengan satu danau kecil di bawahnya.
Jalan disini juga yang paling ekstrim dibandingkan sebelumnya, ada satu tebing dengan kemiringan 70derajat dan anda harus melipir (bahasa Indonesia yang enak apa ya ?) disitu...


Tebing agak curam yang harus ditelusuri kalau ingin mendekat ke air terjun
paling ujung.






































Dan setelah melewati tebing ini baru anda bisa berada di bawah air terjun terakhir sekaligus lorong yang buntu.














































Banyak cerita dari penduduk setempat, katanya ada tempat pertapaan patih Gajah Mada, ada peninggalan2 dari beliau di cekungan air terjun Madakaripura ini... well... up to you to believe it.
Tapi memang di parkiran air terjun dibuat satu arca Gajah Mada.

Kami mengambil foto di bawah air terjun sebelum akhirnya berjalan kembali pulang ke Surabaya.
















Saya dengan jas hujan warna hijau transparent buatan lokal :D.

Kalau menurut saya, air terjun ini memang mempesona, keindahannya mantap, gak rugi rasanya cape cape jalan berkilo kilo meter untuk kesini...

Recommended deh bagi yang suka main air !

---------------------------

















1 comment:

  1. Wah foto yang ada sungai mengalir itu keren sekali... kalau mampir call me ane juga om,, biar bisa hunting bareng ...

    Salam admin Syam; paket wisata bromo

    ReplyDelete

Glad if you could give me a feedback :), cheers matey..